BUKA DIKLAT: Khofifah saat Pembukaan Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Kepala Desa", di Kota Madiun. (Foto: Agoes Basoeki)

MADIUN | duta.co – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta para Kepala Desa (Kades) bersama Babinsa, Babinkamtibmas dan bidan desa harus menyatu. Saat musim Covid-19 ini, 4 pilar desa itu harus diikat dalam gerakan sama terhadap penyebaran Covid-19.

Demikian disampaikan Khofifah saat “Pembukaan Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Kepala Desa”, di Kota Madiun, Selasa (15/2/2022). Lalu, meminta hasil tracing dilakukan harus dilaporkan ke aplikasi SiLacak, karena pelaporan ini sangat penting atau mempengaruhi level PPKM masing-masing daerah.

“Covid-19 sempat membuat kami (Pemprov Jatim) kelabakan, sekarang sudah punya pengalaman selama 2 tahun itu. Maka, saya minta sinergitas 4 pilar desa itu dijaga, disusul melakukan tracing. Namun, tidak diinput ke aplikasi SiLacak, bisa berpengaruh capaian kontak erat dan tracing dicapai masing-masing daerah tidak sama,” ujarnya.

Tidak cukup hanya dilakukan tes seperti antingen dan PCR, tambahnya, tapi tidak dimasukkan ke SiLacak. Akibat lain, berpengaruh pada level PPKM masing-masing daerah, maka kebersamaan 4 pilar desa sangat penting. Diharapkan bisa memetakan secara detail, kasus Covid-19 jangan ditutupi. (ags)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry