PELUK HARU: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tengah memeluk ibu tua penuh haru, sebagian rumahnya terkena angin puyuh. (DUTA.CO/Agoes Basoeki)

MADIUN | duta.co –Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menguatkan batin dan jiwa korban bencana angin puyuh di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jum’at (17/12/2021). Sejumlah korban bencana dari khususnya kalangan wanita, mereka langsung menangis haru begitu bertemu Khofifah.

“Ibu jualan apa selama ini? Saat kejadian angin itu ibu lagi di mana?,” tanya Khofifah. sang ibu itupun lalu menangis haru menyampaikan nasib dialaminya.

“Saya biasa jualan pecel, Bu. Kini hancur dalam sekejap,” ujarnya sembari mengusap air mata. Khofifah pun menguatkan sang ibu menyampaikan pihaknya bersama jajaran Pemkab Madiun, memberikan bantuan kepada korban bencana angin puyuh.

“Ibu harus kuat, bisa bangkit lagi berjualan. Untuk pembangunan rumah rusak, kami keroyok bersama,” ujar Khofifah sembari memberikan bantuan paket sembako kepada sejumlah korban bencana angin puyuh.

Beberapa meter berlalu, Khofifah menemui korban lain, merasa haru bercampur gembira didatangi Khofifah. “Bu, saya janda tua tinggal bersama anak cucu. Terima kasih, Bu Khofifah datang. Bisa jadi semangat kami sekeluarga untuk kuat,” ujarnya.

Spontan, Khofifah meneluk sang ibu tua itu makin haru. “Ibu sekeluarga dan korban bencana angin puyuh, harus kuat dan bangkit. Semoga semuanya diberikan kekuatan lahir dan batin, bangkit penuh optimis, ya, Bu,” ujar Khofifah kembali memberikan bantuan paket sembako.

Usai meninjau lokasi bencana angin puyuh terparah, Khofifah didampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputra, Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan dan lainnya menuju kantor Kecamatan Wonoasri. Disitu, Khofifah memberikan bantuan sebesar satu milyar dan sarana lain diterima Bupati Madiun.

“Saya sampaikan apresiasi kepada semua pihak terkait, dalam kejadian siang. Lalu, malam hari saya terima laporan total bangunan rusak 498, tapi besuk pagi ada sedikit kenaikan. Hal itu, menunjukkan penanganan secara baik saya apresiasi. Begitu juga kerja cepat dalam membantu korban, semua pihak saya apresiasi dan terima kasih,” ujarnya.

Ia mengharapkan kondisi seperti itu terus dipertahankan atau dijaga, gotong royong bersama seluruh komponen masyarakat seperti itu dapat meringankan korban bencana. “Saya tidak bisa sebut satu per satu, semuanya terima kasih tiada terhingga,” ujar Khofifah lagi.

Sebelumnya, Bupati Madiun melaporkan bencana angin puyuh menimpa 9 desa di 4 kecamatan, kerusakan bangunan rumah 502 unit, lalu ada SD, MI, musholla hingga Mapolsek Wonoasri. Kerusakan terparah di Kecamatan Wonoasri dengan Desa Sidomulyo banyak alami kerusakan. (ags)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry