BANDUNG | duta.co – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa minta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk merancang desain masjid di Islamic Center Surabaya. Langkah ini diharapkan menjadi penguatan hubungan kedua daerah.

Hal ini diungkapkan Khofifah saat silaturrahim antara Gubernur Jatim, Gubernur Jabar dan PW Muslimat NU Jabar di Gedung Sate, Bandung, Senin (19/4/2021) malam.

“Dua minggu lalu kami membahas dengan tim Islamic Center. Saya melihat masjidnya sizenya seperti musala dan memiliki halaman yang sangat luas. Maka kita memutuskan untuk membuat masjid di halaman depan Islamic Center,” ujar Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut mengatakan, pembangunan masjid dengan arsitektur yang baik diharapkan akan bisa menjadikan refrensi bagaimana kegiatan umat Islam lebih representatif di kawasan Islamic Center Surabaya. Dan kebetulan yang memiliki keahlian tersebut adalah Gubernur Jabar. Maka pihaknya menyampaikan agar mendapat suport bagaimana arsitektur yang sudah pernah dilakukan oleh Kang Emil di sejumlah masjid di Indonesia.

“Saya pernah ke Padang, dan saya menikmati sekali bagaimana masjid Jami’ di Padang dan masjid di Makassar saya juga menikmati beberapa kali. Kita tentu berharap ada sentuhan dari skil beliau untuk arsitektur masjid yang kita siapkan di Islamic Center Surabaya. Mudah-mudahan ini dapat disegerakan dari kesibukan beliau,” tutur mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Khofifah berharap, pembangunan masjid ini dapat mulai ground breaking di tahun aanggaran 2021setelah PAK. “Mudah-mudahan silaturahim ini menjadi silaturhim harakiyah, nyambung program,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan kesanggupannya untuk merancang arsitektur masjid Islamic Center sesuai harapan Khofifah. Bahkan, pihaknya akan membuat desain masjid terbaik di Indonesia. “Insyallah di Jatim akan kita desainkan yang paling keren di Indonesia,” ujar Kang Emil.

Kang Emil mengaku, saat ini telah cukup banyak mendesain masjid di Indonesia. Bahkan yang saat ini juga sedang dikerjakan adalah masjid untuk tahfidz di Palestina yang sempat hancur karena serangan Israel. Maka, pertemuan tersebut diakui Emil memiliki sentuhan dakwah Islam yang cukup kental. Khususnya dalam bentuk dakwah infrastruktur.

“Saya mah jadi pejabat tidak jadi pejabat dakwah Islam terus saya lanjutkan. Ternyata dari silaturahim ini ada saling membutuhkan, dan alhamdulillah itu jadi ladang amal pribadi saya,” pungkasnya. (zal)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry