
SURABAYA | duta.co — Jumat tanggal 18 September 2026 kemarin terasa istkmewa. Saat itu di depan kantor LP Maarif NU Jawa Timur ada tasyakuran (Kenduri) bersama. Hadir segenap pengurus LP Ma’arif Jatim dan juga PWNU Jatim KH Dr.Romdan Khotib Syuriyah dan M.Faqih sekretaris PWNU Jatim.
Dalam sambutannya Ketua LP Ma’arif NU Jatim Prof H Masdar Hilmy mengingatkan bahwa di Maarif pekerjaan kita mash banyak yang belum sempurna.. “Di usia 97 tahun, secara usia cukup tua, namun sebagai sebuah organisasi umur 97 tahun masih belum cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Harlah ini harus menjadi memen terbaik kepada lembaga pendidikan yang bernaung di LP Ma’arif,” tegasnya.
Pendidikan dikalangan Ma’arif dihadapkan pada dua hal, antara merawat tradisi dan juga melakukan inovasi. Bagaimana LP. Ma’arif harus bisa menjawab persoalan2 pendidikan terkini yg dihadapi oleh sekolah Ma’arif.
Dengan Harlah ini menjadi renungan bagi pengurus Ma’arif Apakah sekolah Ma’arif yg telah mengikuti Ma’arif mendapatkan manfaat apa dari Ma’arif.
Sementara Sekretaris PWNU Jatim H. Moh. Faqih mengatakan Ma’arif menjadi lembaga yang paling berat tugasnya dibanding lembaga lain. Karena Ma’arif memiliki lembaga mulai yang paling bawah yaitu TK/RA sampai dengan SMA/MA.
Tugas Ma’arif Jatim
Mereviu kebijakan pemerintah terhadap pendidikan apakah kebijakan pemerintah tentang pendidikan sudah berpihak kepada sekolah swasta sedangkan lembaga yang dibawah sebagai pelaksana.
Kedua tugas Ma’arif adalah mencarikan akses pembiayaan utk kelancaran pendidikan dilingkungan Ma’arif.
Dalam taujihat Syuriyah NU Jatim KH. Dr Romadan Khotib, menegaskan bahwa Menjadi pengurus Ma’arif hendaknya diniati untuk menolong orang lain dengan ikhlas.
“Itu pesan orang tua saya kepada saya.dan itu sesuai dengan salah satu hadits bahwa membantu keperluan saudaranya sesama muslim lebih utama dari thawaf sebanyak 7 kali,” katanya.(zin)





































