Hari Ini FPI Demo Mabes Polri Tuntut Kapolda Jabar Dicopot

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menanggapi rencana Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang meminta Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dicopot dari jabatannya, dengan cara menggelar aksi demo besar.

Kiai Said mengatakan, pencopotan seorang kepala polisi daerah, seharusnya melalui prosedur yang tepat, dan tidak asal tuntut, lalu dicopot begitu saja. “Yang benar saja. Mengganti Kapolda harus ada mekanismenya dong,” kata Said, dalam acara HUT PKPI di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (15/1) kemarin.

Ia mengungkapkan, masyarakat tidak bisa meminta seorang pejabat dicopot begitu saja. Menurut dia, hanya atasan yang bersangkutan yang bisa mencopot. “Kita serahkan saja kepada penegak hukum. Tidak boleh itu. Apa-apa nyopot, apa-apa nuntut,” tuturnya.

Untuk diketahui, Habib Rizieq mendesak agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Anton Charliyan dari Kapolda Jabar karena dituduh tidak netral. Anton yang juga mantan Kadiv Humas Polri (2015) dan Kapolda Sulsel (2016) ini menjadi pembina organisasi masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Organisasi tersebut bentrok dengan FPI di sejumlah wilayah di Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Guna menuntut pencopotan Anton, FPI dan  dan Gerakan Nasional Penjaga Fatwa (GNPF) MUI akan menggeruduk Mabes Polri, Senin (16/1). Mereka akan menyuarakan kekecewaan terhadap Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan yang mengultimatum akan menindak tegas jika FPI terus berulah.

“Insya Allah resmi turun gabungan daripada GNPF, long march dari Al Azhar ke Mabes Polri untuk meminta Kapolda Jawa Barat segera dicopot,” ujar Sekjen DPP FPI Novel Bamukmin saat dihubungi, Minggu (15/1).

Novel berharap Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menemui massa aksi. “Kita pengennya Kapolri bisa menghadap karena untuk bisa mengapresiasikan suara umat Islam, aspirasi ulama Indonesia agar minta kapolda (Anton Charliyan) yang terlibat premanisme ini segera diturunkan,” tegasnya.

Dia mengklaim bakal menerjunkan ribuan massa ke mabes Polri. Massa yang diturunkan berasal dari jabodetabek. “Wah sulit prediksi, bisa ratusan ribu, bisa jutaan (massa). Karena kalau melihat 3 juta nggak sampe, karena mendadak (agendanya), luar daerah belum persiapan, ya se-Jabodetabek minimal. Ya mungkin ratusan ribuanlah. (Habib Rizieq) Insya Allah beliau ikut serta, kalau sehat beliau turun. Ya GNPF ikut, insya allah akan turun. Ini aksi damai, meminta untuk kapolri mencopot kapolda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan menyayangkan perusakan markas GMBIyang diduga dilakukan massa FPI. Anton pun mengultimatum akan menindak tegas jika FPI terus berulah. Anton mengaku siap jika dicopot dari jabatannya. Dia mengaku hanya ingin menghadirkan keamanan bagi masyarakat di Jawa Barat.

“Kalau FPI tetap demikian nanti akan saya tindak tegas. Silakan saya diusulkan mau dicopot juga tidak jadi masalah. Saya ke sini (Jabar) bukan mencari jabatan, tapi saya ke sini untuk membuat masyarakat Jawa Barat aman. Siapa pun juga yang ingin membuat rusuh di sini, berhadapan dengan kepolisian dan alat negara, dan saya sebagai Kapolda yang membawahi alat negara di sini, negara tidak akan takut kepada siapa pun juga, kami akan hadapi,” ungkap Anton di Bandung, Jumat (13/1) lalu.

Anton juga mengimbau kepada siapa pun untuk tidak main hakim sendiri. Dia mengancam akan menindak tegas siapapun yang main hakim sendiri.

“Dan saya mohon kepada GMBI juga agar menahan diri, serahkan permasalahan kepada hukum, jangan sampai main hakim sendiri juga. Tolong karena kita akan menangani, dan saya sangat menyesalkan tindakan pengerusakan dari FPI,” terang Anton. viv, mer

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan