KRAPYAK |duta.co – Dukungan tokoh-tokoh NU terhadap gerakan Komite Khitthah 1926 Nahdlatul Ulama (KK-26 NU) yang diketuai KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), terus mengalir. Prof Dr KH Abdul Malik Madani, mantan Katib Aam PBNU, hadir dalam halaqah ke-10 di Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Rabu (14/8/19).

Taushiyah Kiai Malik Madani ini, semakin menambah semangat KK-26 NU untuk terus bergerak mengembalikan NU pada rel-nya. “Apalagi setelah dilakukan kajian mendalam, ternyata banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di internal NU. Keberadaan KK-26 NU adalah sebuah keharusan,” demikian disampaikan Mukhlas Syarkun, salah satu peserta halaqah KK-26 NU kepada duta.co, Rabu (14/8/2019).

Menurut Kiai Malik Madani, Komite Khitthah NU ini sangat diperlukan. Setidaknya untuk mengoreksi diri sendiri, internal NU. Menimbang diri, sebelum ditimbang oleh yang lain, terlebih ditimbang Allah SWT.

“Bahagialah kalau ada orang yang sibuk mengoreksi kekurangan diri sendiri. Menimbang Ormas sendiri, bukan sibuk membicarakan Ormas lain,” jelas Mukhlas menirukan Kiai Malik Madani.

Faktanya, tambah Direktur Pusat Kajian Rahmatan Lil’alamin ini, hari ini NU tampak lebih sibuk mengurus Ormas lain. Jika kondisi ini dibiarkan, maka, NU akan lupa dengan kelemahan sendiri. “Ini berbahaya,” tegasnya.

Masih menurut Mukhlas, Kiai Malik Madani juga mewanti-wanti agar NU tidak kelewat maju, istilah orang Jawa kemajon. NU harus tahu posisinya sebagai Ormas keagamaan. “Jangan semua diurusi, bahkan termasuk domain aparat keamanan NU harus ikut-ikutan, ini sudah kebablasan,” jelasnya.

Dari sini, tegasnya, amat diperlukan koreksi internal. Gerakan KK-26 NU ini adalah langkah untuk evaluasi diri, istilah Kiai Malik Madani muhasabatun nafs (mengoreksi diri), agar NU tidak kehilangan jati diri.

Dukungan terhadap KK-26 NU juga disampaikan oleh tuan rumah, KH Attabik Ali, Pengasuh Pesantren Ali Maksum Krapyak. “Sungguh, saya sangat bahagia kedatangan bapak-bapak sekalian,” demikian Kiai Attabik Ali saat menyampaikan sambutan.

Meski kesehatannya sedang terganggu, Kiai Attabik yang tampak duduk di atas kursi roda, memberikan dukungan yang luar biasa.  Di depan ratusan kiai dan ulama yang memenuhi Hall Ali Maksum tersebut, Kiai Attabik Ali mengungkapkan keharuannya. “Saya terharu masih ada Komite Khitthah yang peduli dengan NU,” demikian Kiai Attabik Ali. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.