(FT/Tirto.id)

Proses pendeteksian virus corona kita mengenal dengan dua jenis, yakni Rapid Test dan Swab Test. Rapid Test memiliki hasil reaktif atau non reaktif, sementara Swab Test memiliki hasil Positif atau Negatif Covid-19.

Namun hal yang masih jarang diketahui ternyata Rapid Test juga terjadi dalam dua jenis, yakni Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen. Saat ini WHO menganjurkan bahwa Rapid Test yang dipakai adalah berupa test antigen, karena dinilai akan lebih efektif.

Hal itu dikarenakan prosedur yang dilakukan dalam rapid test antigen hampir sama dengan yang dilakukan ketika swab test, yakni sama-sama memakai sampel lendir dari hidung atau tenggorokan.

Kelebihan Rapid Test Antigen

(FT/Wego.co.id)

Test antigen ini telah diprakarsai oleh WHO yang juga mengklaim test ini mengalami penyempurnaan. Selain itu, WHO turut mengumumkan akan membagikan hingga 120 juta alat rapid test, yang mana akan disebarkan kepada 133 negara.  Khususnya bagi negara dengan pendapatan menengah hingga rendah. Lantas apa keunggulan alat uji antigen ini?

  1. Lebih Detail

WHO memastikan jika alat uji ini mampu menyajikan data lebih lengkap, terkait virus ini berkembang, bagaimana dia hidup, bersembunyi. Serta memutus rantai penularannya.

  1. Alternatif Swab Test PCR

Di beberapa daerah memiliki keterbatasan terhadap alat PCR. Selain harganya yang dinilai mahal, PCR wajib dijalankan oleh tenaga terlatih. Dengan adanya rapid test antigen ini, dinilai dapat mampu menjadi alternatif apabila sebuah daerah tidak memiliki swab test menggunakan alat PCR.

  1. Harga Lebih Ringan

Diklaim mempunyai keakuratan deteksi dini. Alat ini justru mempunyai harga yang ringan jika dibandingkan dengan alat test PCR. Sehingga tidak memberatkan perekonomian masyarakat jika terpaksa harus mendeteksi virus corona.

Perbedaan Rapid Uji Antigen dengan Antibodi

Rapid Test Antigen ini diyakini lebih unggul ketimbang rapid test antibodi. Hasil yang didapatkan lebih detail dan akurat. Rapid test antigen ini juga langsung bisa mendeteksi virus pemicu corona. Hal itu karena metode yang digunakan adalah hampir sama dengan swab test, yakni mengambil sampel lendir dari hidung atau mulut.

Hal ini berbeda dengan test antibodi yang cenderung menghasilkan data seputar imun individu saja. Sehingga jika seseorang terpapar virus corona namun imunitasnya bagus, tentu ia tidak akan terdeteksi sebagai penderita Covid-19. Hal ini lah yang seringkali ditakutkan dan diragukan dari rapid test antibodi.

Pasalnya, manusia disebut memiliki dua resiko, yakni terkena dan juga menularkan. Sehingga jika deteksi hanya berhenti ada imun seseorang saja, tentu akan sia-sia. Disamping itu, kondisi antibodi antara orang satu dengan lainnya berbeda. Maka dari itu, data yang dihasilkan ditengarai kurang terinci.

Rapid Test Antigen Hampir Sama dengan Swab Test PCR

(FT/Medium.com)

Menurut seorang epidemiolog UI, Pandu Riono menyatakan jika rapid test antigen dipakai dalam metode swab test, hal ini dinilai sama dengan metode PCR real time.  Yang mana tetap mengandalkan swab dari nasofaring, yakni melalui hidung juga tenggorokan. Meski akurasinya masih di bawah PCR namun, test ini dirasa lebih murah. Selain itu bisa digunakan dalam screening.

Sementara, untuk rapid test antibodi diklaim hanya dapat digunakan secara mandiri, karena hanya mengukur tingkat imun pada tubuh manusia. Namun, untuk antigen test wajib ditangani oleh tenaga medis profesional. Utamanya saat prosesi pengambilan sampel untuk swab.

Saat ini sudah banyak fasilitas kesehatan, baik klinik maupun rumah sakit yang sudah menyediakan rapid test antigen. Tidak terkecuali juga klinik atau rumah sakit yang bekerjasama dengan aplikasi Halodoc. Karena dengan menggunakan Halodoc, akan memudahkan kita dalam daftar online saat ingin melaksanakan rapid test.

Itulah perbedaan rapid test antibodi dan antigen yang harus diketahui, serta tentang kelebihan dari rapid test antigen. Dengan metode yang hampir sama seperti swab test PCR, membuat test antigen lebih dianjurkan karena bisa mendeteksi lebih cepat dan memiliki tingkat keakuratan lebih tinggi.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry