JAKARTA  | duta.co – DPRD Jawa Timur berduka, pasalnya salah satu anggota Komisi C DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 yang baru dilantik 31 Agustus lalu, Arif Hari Setiawan meninggal dunia mendadak saat melakukan kunjungan kerja ke Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) di Jakarta, Rabu (23/10/2019) pagi.

Politisi asli Malang yang juga menjabat ketua umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur dan Ketua Fraksi Keadilan Bintang Nurani DPRD Jawa Timur itu, meninggal dunia karena serangan jantung.

Kabar duka tersebut dibenarkan salah satu anggota Komisi C DPRD Jatim, KH Mahhud. Menurut politisi asal PDI Perjuangan seluruh  anggota Komisi C memang sedang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. “Tadi pagi kami  masih bersama-sama sarapan di hotel tempat menginap,” ujar Mahhud.

Namun ketika rombongan Komisi C DPRD Jatim hendak menuju Kantor Gaikindo, Ustad Arif mengaku sedang tidak enak badan, sehingga beliau tidak ikut kunjungan dan disarankan periksa ke rumah sakit terdekat.

Ketika pertemuan anggota Komisi C DPRD Jatim dengan Gaikindo sedang berlangsung, tiba-tiba datang kabar mengejutkan bahwa ustadz Arif Hari Setiawan meninggal dunia di RSIA Bunda Jakarta. Ketua Komisi C DPRD Jatim, M Fawait pun langsung croscek ke rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari kantor Gaikindo.

“Kata dokter beliau meninggal kena serangan jantung. Mohon doanya dan dimaafkan kesalahan Ustadz Arif, pagi tadi beliau meninggalkan kita semua,” ungkap Mahhud yang juga ikut melihat almarhum di RSIA Bunda, Jakarta Pusat.

Ketua Komisi C DPRD Jatim M Fawait mengucapkan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya ustadz Arif Hari Setiawan.

“Saya atas nama ketua Komisi C ikut berduka cita atas wafatnya ustadz Arif yang juga Ketum DPW PKS Jatim sekaligus anggota komisi C, mohon doanya semua, dan kami masih mengawal jenazah beliau di Rumah Sakit,” jelas politisi asal Partai Gerindra.

Berdasarkan jadwal, lanjut Fawait jenazah almarhum akan diterbangkan ke Surabaya Malang pada pukul 19.00 WIB, selanjutnya dibawa ke rumah duka dan di makamkan di Malang.

Kader NU yang Tak Pernah Putus Asa

Memimpin PKS di Jatim, bukan pekerjaan mudah. Ini pernah disampaikan Ustadz Arif dalam sebuah halaqah bersama Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyah (PPKN) beberapa pekan lalu, di Hotel Sahid, Surabaya.

Menurutnya, ada stigma miring terhadap PKS yang terus dimainkan kelompok tertentu untuk menjauhkan PKS dari warga NU. Padahal, kenyataannya, tidak sedikit kader-kader NU di PKS.

“Tetapi saya tidak pernah putus asa. Saya selalu berusaha silaturrahim dengan tokoh-tokoh NU, termasuk yang sinis dengan PKS,” jelasnya saat itu.

Ustadz Arif termasuk sosok yang getol membangun sinergitas antara PKS dengan nahdliyin. Ini, katanya, lantaran tidak sedikit anggota DPRD di Jatim atau politisi PKS yang berlatarbelakang santri atau NU.

“Kalau saya sendiri abangan, pasti NU. Dan tidak sedikit kader NU di PKS yang jago membaca kitab,” tegasnya merendah.

Kini, Ustadz Arif sudah pergi ke hadapan Allah swt. Semoga seluruh kebaikannya diterima di sisi-Nya dan segala kekhilafaannya diampuni Allah swt. Selamat Jalan Ustadz Arif, Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Amin. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry