JOMBANG | duta.co – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan Muktamar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi momentum yang sangat krusial bagi masa depan organisasi. Menurutnya, NU harus mampu merumuskan strategi menghadapi perubahan besar yang tengah terjadi di tingkat global.

Gus Yahya mengatakan, dunia saat ini memasuki fase baru akibat perubahan geopolitik internasional yang dipicu berbagai konflik dan peperangan. Dampaknya, tatanan dunia akan berubah secara mendasar dan melahirkan kondisi baru yang tidak bisa kembali seperti sebelumnya.

“Ini memasuki momentum yang sangat krusial. Kita sedang menghadapi perubahan lingkungan yang sangat fundamental, bukan hanya di tingkat domestik tetapi juga internasional. Akan ada dunia baru bagi kita,” kata Gus Yahya saat berkunjung Ponpes Tambakbetas. Kamis (12/8).

Ia mengungkapkan, dalam diskusinya dengan Menteri Luar Negeri, terdapat kesepahaman bahwa perang yang terjadi saat ini menjadi pemicu lahirnya konstruksi dunia baru.

“Perang ini menjadi pemicu perubahan yang luar biasa, yang akan melahirkan satu konstruksi baru yang tidak bisa kembali lagi. Ibarat pandemi Covid-19 yang melahirkan new normal, sekarang juga akan muncul kenormalan baru yang berbeda,” jelasnya.

Karena itu, menurut Gus Yahya, Nahdlatul Ulama harus berpikir lebih strategis agar mampu mengambil peran penting di tengah perubahan tersebut. Seluruh warga NU juga perlu memahami karakter dunia baru yang sedang terbentuk.

“Nahdlatul Ulama harus hadir di tengah dunia baru itu. Kita harus memahami seperti apa karakter lingkungan yang baru, sehingga NU bisa berfungsi lebih baik, lebih strategis, dan manfaatnya semakin nyata,” katanya.

Ia menegaskan, pengabdian NU tidak hanya ditujukan bagi warga nahdliyin ataupun bangsa Indonesia, tetapi juga untuk memberikan kontribusi bagi kemanusiaan secara global.

“Bukan hanya bagi warga NU, bahkan bukan hanya bagi bangsa Indonesia, tetapi bagi seluruh kemanusiaan,” tegasnya.

Gus Yahya berharap Muktamar NU di Tambakberas berlangsung di bawah keberkahan para pendiri NU, khususnya KH. Wahab Hasbullah dan para Muassis Nahdlatul Ulama sehingga mampu menghasilkan keputusan-
keputusan strategis sebagai pijakan masa depan organisasi.

“Mudah-mudahan Muktamar berjalan di bawah naungan barokah KH. Wahab Hasbullah serta para muassis Nahdlatul Ulama, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang bernas dan tepat sebagai landasan bagi masa depan Nahdlatul Ulama yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih berkah,” pungkasnya. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry