K.H Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi).

JOMBANG | duta.co – Untuk menghindari terjadi jatuhnya korban saat pembagian zakat mal, Ketua Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi), mengimbau warga Jombang, khusus Nahdliyyin, untuk melakukan zakat ke lembaga yang sudah memiliki jaringan dan diakui Pemerintah.

Baik NU dan Muhammadiyah memiliki lembaga zakat yang dapat dipercaya untuk menyalurkan zakat, dan tidak harus mengumpulkan dengan jumlah besar. “Jangan sampai berbuat baik namum merugikan orang lain dengan jatuhnya korban seperti yang pernah terjadi,” kata Gus Fahmi, panggilan akrabnya, Rabu (26/3).

PCNU Jombang sendiri mempunyai lembaga zakat yakni Lazisnu, yang memiliki jaringan sampai tingkat desa, sehingga mereka dapat mendistribusikan langsung kepada warga yang berhak menerima zakat tanpa harus mengumpulkan massa saat cuaca panas dan berdesak-desakan, mengakibatkan korban jiwa.

“Akan lebih efisien dan efektif dalam pendistribusian zakat bisa salurkan melalui Lazisnu, atau lembaga zakat lainnya seperti di Muhammadiyah,” bebernya.

Seperti yang dilakukan keluarga Bupati Jombang, Abah Warsubi, dalam menyaluran zakat melibatkan berbagai lembaga amil zakat yakni Lazisnu karena jumlahnya yang begitu besar yakni mencapai 200 Ribu.

Octadella Bilytha, putri Bupati Jombang Abah Warsubi. (tengah)

Salurkan Zakat Mal Ke 200 Ribu Orang, Abah Warsubi Libatkan Lembaga Amil Zakat

Octadella Bilytha, putri Bupati Jombang Warsubi, mengatakan, keluarganya sering melakukan zakat mal dengan jumlah besar, dan dari situ belajar dalam menyalurkan zakat dengan melibatkan lembaga amil zakat, sehingga tidak harus mengumpulkan ribuan orang untuk antre dan kumpul.

“Kita belajar dari tahun sebelumnya, biar tertib, nyaman dan aman,” kata Della, panggilan akrabnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Jombang ini menjelaskan, tahun ini, keluarganya menyalurkan zakat mal kepada 200 ribu orang, dimana pendistribusiannya tidak mendatangkan orang untuk antre berkumpul dan berpanas-panasan, melainkan membentuk panitia desa juga melibatkan lembaga amil zakat seperti Lazisnu, rombong sedekah dan lainnya.

“Karena kita tidak mau berbuat baik namun merugikan orang lainnya, dan kita menghindari hal yang tidak diinginkan, jika mengkumpulkan semuanya dengan jumlah yang begitu besar berisiko,” tegasnya.

Kecuali, lanjutnya, untuk para tukang becak, Ojol, sengaja dipanggil ke rumah karena mereka susah terdeteksi lokasi pangkalnya. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry