KADERISASI : Ketua PB PMII, Agus Mulyono Herlambang saat menutup kegiatan PKL di Ponpes Al Ma'ruf (duta.co/ M. Isnan)

KEDIRI| duta.co -Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang mengharapkan kader PMII tidak boleh lagi jauh-jauh dari tradisi pesantren.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri penutupan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PMII Jawa Timur, bertempat di Pondok Pesantren Al Ma’ruf Kedunglo Bandar Lor Mojoroto Kota Kediri.

“Kami apresiasi PKL ini. Message yang ingin diberikan adalah para kader PMII tak boleh jauh dari pesantren. Kedua, PMII sebagai pewaris dan cerminan NU ke depan,” katanya saat ditemui Duta.co, Jum’at (2/3) dini hari usai memantapkan kader mujtahid PMII.

Menurutnya, para kader telah ditugaskan oleh Ro’is Am dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menyongsong satu abad usia NU. Ia mengaku PMII sebagai bagian dari pada organisasi  Islam terbesar se Indonesia itu dimandatkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia unggul.

“Maka kita juga punya tugas menyiapkan SDM yang handal, kompeten, dan siap mengisi lini-lini penting. Sehingga NU juga bisa terlibat di dalamnya,” lanjutnya.

Dengan semakin banyaknya kader-kader muda NU termasuk PMII, pihaknya mengarahkan kepada mereka untuk memantapkan diri di ranah pengkaderan. Kader yang sukses menurutnya, kader yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Kaderisasi di PMII perlu ada moderasi dan pemanfaatan teknologi digital. Semakin banyak alumni PKL, maka seharusnya sistem kaderisasi bisa lebih baik dan efektif,” imbaunya untuk para kader mujtahid lulusan PKL.

Sehingga harapannya, nila-nilai dasar pergerakan dan ahlu sunnah wal jama’ah bisa termanifestasi dengan cara-cara yang baru. Lebih mudah dipahami oleh kader-kader dan generasi milenial.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan kaderisasi formal tidak disalah artikan sebagai syarat perebutan jabatan struktural. Sebab katanya hal itu hanya menambah potensi konflik di dalam tubuh PMII sendiri.

“Kita sudah waktunya merubah mainset bahwa kaderisasi formal itu tidak melulu sebagai syarat pengurus. Tapi alumni-alumni itu bisa tersebar dan tidak merebutkan struktural yang jumlahnya terbatas,” tandas Agus Herlambang.

Acara pengukuhan Kader Mujtahid itu juga dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Al Ma’ruf KH Imam Yahya Malik, Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, Ketua Umum PC PMII Kediri, Alumni, dan Kader-kader PMII se Jawa Timur. (ian/nng)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry