Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin bersama KH An’im Falahuddin Mahrus, pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, kemarin. (duta.co/nanang)

KEDIRI | duta.co – Pernyataan tegas disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, usai membuka Sosialisasi Bank Syariah yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat bertempat di Rusunawa Komplek Al-Muktamar Ponpes Lirboyo, Minggu (19/2/2017). Kiai Ma’ruf  menyatakan akan menfasilitasi aksi 212 pada 21 Pebruari 2017.

Ditemui disela-sela acara sosialisasi program OJK atas sistem perbankan syariah, Rais Aam PBNUini  menjelaskan bahwa dirinya tidak memilik kepentingan atas aksi demontrasi meminta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk segera dijebloskan ke penjara atas kasus penodaan agama.

Namun, ulama sepuh yang penuh kharismatik ini menyikapi bahwa dirinya mendukung keputusan diambil pemerintah. “Bila mendapatkan izin dari pemerintah, kami berharap tidak terjadi kericuhan,” tegasnya.

Kiai Ma’ruf pun mengaku secara pribadi sejak aksi 411 berusaha menjaga kedamaian dan kelancaran, dengan melaksanakan aksi secara santun dan penuh khimad. “Saya berharap aksi demonstrasi tidak menjadi anarkhis, tidak ada pihak-pihak yang tersingung. Silahkan demo, namun dengan santun dan khimad. Bukan kemudian berkembang ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah,” jelas Ketua MUI.

Terkait keberadaan perbankan syariah, tokoh NU ini menyesalkan ada sejumlah pihak yang berusaha menentang hukum agama dimasukkan dalam perundang-undangan. “Bahkan saat rapat, ada pihak yang menentang Hukum Islam dimasukkan perundang-undangan. Padahal selama ini, di lingkungan pondok pesantren masih memakai bank konvensional termasuk kiai-nya. Harusnya dengan penduduk berjumlah besar dan hanya 5,5 persen menjadi nasabah bank syariah, merupakan bukti kurangnya pemahaman atas Hukum Islam,” kata Kiai Ma’ruf. nng

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry