
JOMBANG | duta.co — Peningkatan jalan ruas Mojolegi–Panglungan di Kecamatan Wonosalam yang akan segera dilakukan oleh Dinas PUPR Pemkab Jombang, dinilai tidak boleh dipahami sebatas proyek konstruksi. Namun, juga dilihat dari dampak pembangunan dalam meningkatkan perekonomian secara keseluruhan buat rakyat.
Ketua Komisi B DPRD Jombang dari Fraksi PKB, Anas Burhani, S.Sos.s, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus diarahkan sebagai instrumen pengungkit ekonomi daerah. Jika dirancang dengan perspektif ekonomi wilayah, ruas jalan Mojolegi–Panglungan berpotensi besar memperkuat ekosistem usaha warga, memperlancar distribusi hasil perkebunan, mendorong investasi, hingga berujung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
“Pembangunan jalan itu bukan sekadar proyek fisik. Ini instrumen ekonomi. Kalau diarahkan tepat, dampaknya bisa ke UMKM, distribusi barang, investasi, sampai PAD,” kata Anas. Selasa (12/5).
Ia menyoroti posisi strategis kawasan Panglungan, Wonosalam, yang selama ini dikenal sebagai sentra perkebunan rakyat. Kehadiran Perumda Panglungan di wilayah tersebut, menurutnya, menjadi faktor penting yang membuat kelancaran akses jalan sangat menentukan efektivitas distribusi hasil bumi.
“Di Panglungan ada Perumda yang pengelolaannya sangat bagus. Kalau akses jalannya mulus, distribusi hasil perkebunan tentu jauh lebih lancar. Ini akan terasa langsung bagi ekonomi warga,” tambahnya.
Tak hanya sektor pertanian dan perkebunan, Anas juga menekankan dampak langsung proyek jalan tersebut terhadap sektor pariwisata Wonosalam. Selama ini, kata dia, potensi wisata alam Wonosalam sangat besar, namun kerap terhambat persoalan aksesibilitas.
“Destinasi wisata di Wonosalam itu banyak. Kalau jalannya bagus, orang akan semakin mudah datang. Pelaku wisata senang, kunjungan naik, dan otomatis PAD dari sektor pariwisata ikut terdongkrak,” jelasnya.
Kader militan PKB ini juga, mengingatkan. Bahwa belanja infrastruktur dalam APBD seharusnya tidak berhenti pada serapan anggaran dan capaian fisik semata. Lebih dari itu, harus diukur sejauh mana pembangunan tersebut memberi efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi riil masyarakat.
Komisi B DPRD Jombang, lanjut Anas, akan memberi perhatian serius pada arah manfaat ekonomi dari pembanguan ini, agar benar-benar berdampak bagi warga Wonosalam, bukan sekadar menyisakan laporan pekerjaan selesai di atas kertas. (din)




































