PERUBAHAN : Arief Junaidi, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kediri (Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co — Sejumlah permasalahan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) disampaikan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kediri, yang juga Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Arief Junaedi. Ditemui hendak rapat koordinasi di Kantor DPC, terkait kehadiran Rahmawati Soekarnoputri akan hadir pada Kamis besok.

“Kami ada temuan suara dobel di sejumlah daerah atas laporan relawan, partisipan dan tim kami yang diterjunkan di tiap desa. Sudah kami sampaikan ke KPU dan hingga kini belum ada jawaban. Jumlahnya tidak sedikit karena yang bekerja di luar negeri, juga terdaftar memiliki hak pilih di sini,” jelas Arief Junaidi, Senin (04/03/2019).

Dirinya juga mengaku risih kerap ditegur Bawaslu Kabupaten Kediri, terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), sementara disisi yang lain, APK milik pasangan calon Jokowi – Ma’ruf dibiarkan terpasang dengan menyalahi aturan. “Katanya dipaku atau dikawat tidak boleh, pasang dekat fasilitas umum juga dilarang. Terus Bawaslu ini wasit atau pro dengan paslon 01?,” jelas Ketua Gerindra ini.

Bila memang Bawaslu ataupun KPU tidak punya komitmen dan bekerja secara profesional, dirinya mengaku siap terjun total di lapangan bersama tim sukses, relawan, partisipan serta seluruh kelompok masyarakat. “Jika perlu kami siapkan ‘bambu runcing’, bila memang hukum  tidak bisa ditegakkan,” tegasnya.

Kemudian terkait penambahan jumlah TPS, menurut Arief Junaidi, dirinya mendukung demi membantu hak pilih menggunakan hak suaranya serta cepat dalam penghitungan. “Namun bila kemudian ini disalahgunakan, maka Bawaslu maupun KPU bukan hanya berurusan dengan kami, namun harus siap berhadapan dengan hukum yang berlaku,” ujarnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.