DEKLARASI : Bawasda Kota Kediri menggelar Deklarasi Tolak Politik Uang dan SARA di Hall Lotus Hotel (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI| duta.co -Seluruh pasangan calon hadir kecuali Pasangan Calon (Paslon) Pentahana, Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah dalam Acara Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA bertempat di Hall Lotus Hotel Kota Kediri, Rabu (14/2).

Ketua Bawasda Kota Kediri, IR. R. Yoni Bambang Suryadi menjelaskan, deklarasi ini merupakan intruksi Bawaslu RI. Harapannya dalam Pilkada Serentak 2018, bebas dari segala bentuk intrik politik menggangu jalannya pesta demokrasi.

“Karena di beberapa tempat yang menggunakan isu sara akhirnya juga terjadi konflik. Pada beberapa tempat yang menggunakan politik uang. akhirnya juga efeknya ke masyarakat. Dana yang seharusnya untuk pembangunan dan mensejahterakan rakyat, akhirnya dibuat untuk mengembalikan modal saat kampanye,”dalam kata sambutannya.

Dijelaskan Ketua Bawasda, mengacu UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada  Pasal 187 maupun Pasal 1 Ayat 1 dan 2, dijelaskan bahwa pemberi dan penerima politik uang dikenai hukuman maksimal 6 tahun penjara atau membayar denda paling banyak Satu Miliar Rupiah.

“Untuk itu, kami berharap kepada seluruh stakeholder harus berkompeten dalam pesta demokrasi di Pemilukada 2018 ini. Kepada para paslon serta partai politik jika melanggar UU Pilkada, maka resikonya adalah pembatalan sebagai calon,” tandasnya.

Ketua KPU Kota Kediri, Drs H. Agus Rofiq mengatakan, Bawasda sudah melakukan berbagai cara sampai hari ini mengadakan deklarasi. Pihaknya juga prihatin jika nantinya terjadi suatu yang tidak diinginkan terutama berkaitan dengan politik uang dan sara.

“Pasalnya sudah jelas pada UU Pilkada Nomor 38 Tentang Pengawasan Pemilu juga Nomor 71 Tentang Politik Uang, kemudian aturan PKPU Nomor 78 tentang sanksinya. Maka saya harap jangan sampai ada politik uang apa lagi perpecahan akibat dari isu sara dan kebencian,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dra Enny Endarjati M.Si mewakili sekda Kota Kediri mengatakan, pihaknya menyatakan perlawanan terhadap politik uang dan segala bentuk politisasi SARA.

“Kami atas nama pemerintah Kota Kediri mengapresiasi tekad kita bersama agar pilkada 2018 ini aman dan damai juga semoga bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat di kota kediri. Harapannya, Kota Kediri bisa menjadi percontohan untuk kota kota lain. satu tujuan kota kediri menjadi lebih baik dan punya sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan bersama deklarasi untuk menolak dan melawan politik uang dan politisasi sara ini. KPU Kota Kediri, Bawasda, Muspida, Polresta, Paslon, dan Partai Politik. (ian/nng)

 

Tinggalkan Balasan