DOCTIK : Kelompok usaha batik Doctic dari mahasiswi-mahasiswi cantik FK UB. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) bekali mahasiswanya  entrepreunership. Para calon dokter yang pintar dan cantik ini diajari berwirausaha. Salah satunya dengan menerjuni usaha batik.

Dituturkan Nabila Nur Fitriani, bersama 7 rekan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Doctic. Mereka mengimplementasikan mata kuliah wirausaha dengan menggeluti usaha batik.

“Kami mencoba mendisain motif batik yang diambil dari salah satu anatomi tubuh, yakni tulang dan sel,” ungkap Nabila Nur, Kamis (28/11) dalam pameran event Medical Entrepreunership and Creativety (Dendrite) di Graha Mediaka UB.

Kelompok Dokter Batik (Doctic) ini diantara 18 kelompok serupa yang siang kemarin memamerkan produknya. Mahasiswa FK UB selain diberikan ilmu kedokteran dan keterampilan medik. Mereka juga diajari untuk berkarya dan berwirausaha.

“Kami kerjasama dengan Gallery batik Soendari. Kami menawarkan disain dan berbagi keuntungan. Alhamdulillah pihak Soendari berkenan,” ucap terang mahasiswi semester 3 ini.

Doctic sendiri sengaja membidik pasar kalangan mahasiswa. Produk mereka dibandrol 500 ribu ke bawah. Padahal kelompok lain ada yang pasang harga hingga jutaan rupiah.

“Kami mempunyai dua motif batik yang berbeda. Satu untuk target pasar kaum muda, dan satunya untuk yang umur 40 tahun keatas,” tambahnya.

Dua motif yang dimaksud ialah motif yang diberi nama Belung dan Jenggama. Doctic pun terlihat lihai mengatur konsep. Dengan tata letak motif tulang dan sel yang simetris, membuat batik ini dipotong disisi manapun bisa. Produk mereka pun lagi gencar dipasarkan di lini masa media sosial.

Menurut Dekan FK UB, Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med Sp (A) K, salah satu keunggulan Fakultas ini adalah adanya mata kuliah Wirausaha. Dengan implementasinya membuat satu project. Diantaranya project tentang batik anatomi ini.

“Arahnya memang kami akan membuat unit usaha batik. Dimana usaha tersebut bermitra dengan masyarakat yang membatik guna memberdayakan ekonomi warga,” tutur  Wisnu Barlianto.

Nilai sosial juga ditonjolkan dalam kegiatan ini. Nantinya batik ini akan dilelang dan 25% keuntungan disumbangkan ke sahabat anak yang mengidap kanker.dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry