JOMBANG | duta.co — Pak Udin asal Tangerang itu nebeng rombongan bus pegawai PBNU, start Selasa (25/8) jam 10 siang. Sampai Jombang, bus touch down di Tambakberas Jombang malam hari. Syukurlah, rombongan diberi tempat istirahat di Aula KH Jamaluddin Ahmad Center, gg II Pesantren Bahrul Ulum.

Ia merasa nyaman hang out dengan rombongan yang rata rata pegawai gedung PBNU yang sudah jelas punya tupoksi masing-masing. Pak Udin cerita jika profesinya ahli pijat dan sering memijat kyai-kyai ternama. Panitia tuan rumah sudah mewanti, ini sekadar persinggahan sementara. “Besok regist ulang dan silakan pindah sesuai arahan,” jelas mereka ramah.

Menjelang siang, rombongan dipersilakan register dan pindah di tempat yang sudah ditentukan. Itulah masalahnya! Semua aman-lancar, daftar dapat I’d card dan melenggang ke tempat istirahat.Tidak untuk Pak Udin, ia bingung karena tak terdaftar dan tidak bisa diakomodir panitia. Tidur dimana? Mesjid? Posko? Warga?

Dengan koper yang lumayan persiapan 5 hari di muktamar ia kelihatan gundah, di areal tenda registrasi PBNU, masih di pelataran parkir Aula. Sebelum dzuhur, mobil hitam datang dan turun sosok familiar, KH .Zulfa Mustofa. Beberapa santri menyambut, bersalaman dengan takzim.

Kyai ingin daftar untuk dapatkan ID card, akses masuk ke perhelatan penting Muktamar yang dihadiri presiden Prabowo esok harinya. Pak Udin tak sia siakan moment. Ia hampiri, meraih tangan Kyai Zulfa, cium tangan. Sungguh berkah, Kyai mengenali Pak Udin.

“Wah saya bisa diurut ini, jenengan ikut saya aja ya!” Ujug ujug Kyai Zulfa mengajak. Sontak raut wajah pak Udin sumringah. Gesit langsung ambil koper dan ikut rombongan Kyai Zulfa. Iapun hilang memasuki mobil sang kyai tanpa menoleh apalagi pamitan.

Pak Udin memang beruntung! Selamat menikmati moment muktamar! (Isfandiari)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry