Banyuwangi harus kondusif. Tampak aparat terus melakukan penjagaan ketat jalan masuk Banyuwangi. (FT/IST)

BANYUWANGI | dutaco – Kedua pihak harus merenung. Korban bentrok antara oknum PSHT dengan Pagar Nusa di Dsn Sidomukti Ds Sukorejo Kec Bangorejo, Kab Banyuwangi terus berjatuhan. Setelah jatuh korban meninggal atas nama FT, 26 tahun, warga dusun Sumberasri RT. 01 RW. 01 Ds. Sumbermulyo Kec. Pesanggaran Kab. Banyuwangi, korban luka ternyata juga tidak sedikit.

Di Puskesmas Pesanggaran misalnya, ada sebanyak 15 orang (sementara). Dan Puskesma Kebondalem Bangorejo ada 6 orang harus dirawat. Kondisi ini membuat semua pihak was-was. “Perlu adanya penebalan personil keamanan (TNI/Polri) guna mengantisipasi bentrok susulan mengingat terdapat korban jiwa,” demikian rekomendasi dari laporan yang beredar di media sosial, Kamis (10/3/22).

Menurut informasi, sesungguhnya sudah ada upaya damai, dan sejuk. “Pada hari Rabu tanggal 9 Maret 2022 s.d pukul 23.00 s.d 00.50 WIB, bertempat di Mapolsek Bangorejo telah dilaksanakan dialog Forpimka Bangorejo bersama pengurus PSHT Cab. Banyuwangi dan PN Banyuwangi terkait permasalahan bentrok PSHT dengan Pagar Nusa, dengan hasil sepakat Damai,” demikian laporan itu.

Tetapi, hari Kamis tanggal 10 Maret 2022 s.d pukul 02.10 WIB, bertempat di Tugu PSHT Dsn. Krajan Ds. Kesilir Kec. Siliragung Kab. Banyuwangi, terdapat konsentrasi massa dari kelompok PSHT sekitar 700 orang dalam rangka antisipasi serangan dari kelompok perguruan lain. “Ratusan orang itu menuju Ds. Sukorejo Kec. Bangorejo dengan menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Mulai Kondusif

Ironisnya, pukul 02.45 WIB, Massa PSHT tiba di TKP masuk perkampungan Dsn. Sukomukti Ds. Sukorejo dan terjadi bentrok atau chaos. Massa semakin tak terkendali karena ada kabar anggota PSHT terkena sajam.

Jelang subuh, pukul 03.40 WIB, pihak keamanan berhasil membelah massa yang bentrok dan memberikan himbauan kepada kedua belah pihak, namun massa dari PSHT melempari aparat dengan batu. Lama-lama massa dari PSHT berangsur mundur.

Alhamdulillah, situasi berangsur kondusif, kedua kubu melaksanakan konsolidasi di base camp Siliragung (PSHT) dan Pagar Nusa di Rumah Ustadz Kozin, untuk aparat keamanan (TNI/Polri) masih siaga di TKP. Kabarnya, Dandim 0825/Banyuwangi (Letkol Kav Eko Julianto Ramadhan, M.Tr.Han) tiba TKP bentrok, selanjutnya disambut Kabag Ops Polresta Banyuwangi (Kompol Agung Setya Budi, SH).

Sampai pagi, Pukul 06.00 Wib situasi sudah kondusif, anggota pam dari TNI dan Polri masih melaksanakan di lokasi kejadian Ds. Sukorejo Kec. Bangorejo.  “Tetap perlu adanya penebalan personil keamanan (TNI/Polri) guna mengantisipasi bentrok susulan mengingat terdapat korban jiwa. Sampai berita ini terunggah belum tehitung jumlah kerugian harta,” tulis laporan yang beredar di Medsos. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry