Salah seorang nelayan Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Lasmuri (51),  ditemui duta .co, Jumat (12/8/2022) di sela-sela memperbaiki alat tangkapnya 

TUBAN | duta.co – Dalam sepekan terakhir sejumlah nelayan tradisional Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban banyak yang tidak melaut, hal ini karena para nelayan kesulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Salah seorang nelayan Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Lasmuri (51),  ditemui duta.co Jumat (12/8/2022), menuturkan, dirinya sudah sepekan lebih tidak pernah melaut, karena saat membeli solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak jarang bahan bakar yang diinginkan stoknya kosong.

“Kalau beli solar di Pom bensin (SPBU) petugasnya sering bilang kosong mas, tidak jarang kami datangi beberapa pom bensin yang ada namun jawabannya hampir sama,” ujarnya di sela-sela memperbaiki alat tangkapnya.

Lebih lanjut, Lasmuri mengatakan jika BBM jenis solar sulit didapat di SPBU. Ia beserta para nelayan tradisional lainnya terpaksa membeli BBM eceran. Ia mengaku meski harga eceran labih mahal dari pada di SPBU hal itu terpaksa dilakukan dari pada tidak bisa pergi melaut.

“Terpaksa beli eceran mas, kalau di pom bensin, solar per-liternya sekitar Rp. 5.150 sementara kalau eceran sampai Rp. 6.000,-” tegasnya

Ketua Rukun Nelayan (RN) Kelurahan Sidomyo, Ahmad Khusnul Abidin (36) membenarkan sulitnya nelayan mendapatkan solar eceran

untuk menyiasati kebutuhan BBM bersubsidi ini, para nelayan tradisional rela membeli eceran dengan kebutuhan 30-50 liter dalam sekali berangkat. Etimasi jarak yang ditempuh di bawah 12 mil.

“Ya kalau dibilang lebih mahal eceran dari pada beli di SPBU tapi mau bagaimana lagi, karena solar salah satu kebutuhan utama untuk nelayan, kalau tidak ada solar ya terpaksa kami melaut,” kata Abidin

Pria yang juga menjabat sebagai ketua RT ini menambahkan selain sulitnya ketersediaan solar di SPBU yang diduga mungkin adanya keterbatasan stok. Ia juga mengatakan adanya adanya regulasi terkait pembelian solar dirasa merekotkan. Di mana setiap kali membeli solar para nelayan diharuskan membawa Pas kecil atau lebih mudah disebut surat tanda bukti kepemilikan perahu, ditambah surat penyataan, foto nomor seri dan mesinnya, serta rekomendasi dinas terkait.

“Kami berharap agar solar untuk nelayan kecil atau nelayan  tradisional dipermuda saat membeli bahan bakar untuk kebutuhan melaut,” pungkas bapak tiga anak ini. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry