
SURABAYA | duta.co – Jagat media sosial (medsos) memang kejam. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, katanya, mengatakan sebanyak 43 juta guru ingin MBG (Makan Bergizi Gratis) dilanjutnya. Padahal, jumlah guru cuma kurang lebih 4,6 jutaan. Ternyata maksud Mendikdasmen Abdul Mu’ti adalah 43 juta murid.
Nah, perubahan judul semula: 43 juta guru menjadi 43 juta murid yang ingin dilanjutkan kini menjadi bahan candaan. “Padahal manusiawi. Keliru sedikit saja jadi candaan medsos. Ada komen ‘Mungkin kebanyakan makan gizi jadi cepet P*k*n’ sebagaimana ditulis Imam Tempur. Ada juga yang menyoal ‘Kapan dah survey nya? Kok gak ada datang ke sekolah saya?’ seperti ditulis Engku Hafiz Alamsyah,” begitu salah seorang netizen, Sabtu (13/6/26).
Kini memang sedang ramai soal 43 juta murid ingin program MBG dilanjutkan. Hal itu diungkapkan Mu’ti saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam. “Per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG. Jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif,” kata Mu’ti dikutip dari akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Jumat (12/6/2026).
Menurut Mu’ti, MBG telah memberikan dampak positif bagi murid dan berhasil memotivasi murid untuk lebih rajin belajar serta meningkatkan kehadiran di sekolah. MBG, tambah Mu’ti, merupakan bagian dari program tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Mu’ti mengatakan, program MBG juga termasuk dalam upaya pendidikan karakter. Modul-modul terkait hal itu juga telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lain yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik,” jelas Mu’ti.
Sebelumnya diberitakan, survei Poltracking menyebutkan tingkat kepuasan program makan bergizi gratis mencapai 55,6 persen. “92,1 persen (responden) yang tau terhadap MBG kita dalami 55,6 persen itu yang merasa puas terhadap makan bergizi gratis,” kata Peneliti Poltracking Masduri Amrawi dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2026).
Sedangkan sisanya 41,2 persen merasa kurang puas atau sangat tidak puas. Menurut Masduri, ini adalah catatan popularitas dengan tingkat kepuasan rentang sangat jauh dari 92,1 persen yang tahu program MBG, hanya 55,6 yang puas. Selain itu, Masduri juga mengupas kembali, dari responden yang tau program MBG, 57,9 persen anggota keluarganya menerima MBG, 39 persen tidak menerima.
Lalu kita dalami apakah tetap perlu dilanjutkan (program MBG). 51,9 persen yang merasa program MBG itu penting untuk dilanjutkan,” imbuhnya. Sementara 35,3 persen meminta agar program MBG tidak dilanjutkan, 12,8 persen menjawab tidak tahu. (mky, sumber kompas.com)





































