
Edza Aria Wikurendra, PhD
Dosen S1 Kesehatan Masyarakat,
Fakultas Kesehatan
TELAH diketahui secara luas bahwa bumi telah mengalami perubahan besar selama beberapa abad terakhir akibat pertumbuhan ekonomi dan populasi yang meningkat.
Perubahan ini begitu signifikan hingga para ilmuwan menyebut kita telah memasuki era geologi baru: Antroposen era di mana manusia menjadi faktor utama dalam kerusakan Bumi. Perubahan ini memengaruhi atmosfer, tanah, air, dan keanekaragaman hayati kita.
Makanan, air bersih, dan udara bersih yang kita butuhkan bergantung pada alam. Energi, bahan mentah, bahan bangunan, dan bahkan obat-obatan juga berasal dari alam. Mungkin kita bisa menemukan obat kanker jika kita berupaya melindungi ekosistem dan keanekaragaman tumbuhan.
Alam dan keanekaragaman hayati menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup kita. Banyak gaya hidup dan praktik budaya yang tidak dapat bertahan tanpa alam. Oleh karena itu, melestarikan keanekaragaman hayati penting untuk kesehatan kita dan planet ini.
Kesehatan Planet (Planetary Health)
Salah satu konsep yang mencakup hubungan antara perubahan di planet ini dan kesehatan manusia adalah planetary health. Namun, definisi awal dari konsep ini terlalu berfokus pada manusia. Sekarang, definisinya telah berkembang untuk menekankan bahwa kesehatan manusia bergantung pada kesehatan planet itu sendiri.
Kesehatan planet bukan hanya tentang mengakui bahwa semuanya saling terhubung, tetapi juga tentang perlunya pengembangan yang regeneratif untuk menjaga kesehatan Bumi dan semua kehidupan di dalamnya. Ini mencakup perubahan cara kita memperlakukan Bumi: suatu pergeseran sudut pandang.
Kesehatan planet didefinisikan sebagai pandangan sistemik dan holistik terhadap dunia yang mengakui keterhubungan antara kesehatan semua makhluk dan kebutuhan untuk meregenerasi sistem alam, bukan sekadar meminimalkan kerusakan.
Pengetahuan Adat
Masyarakat adat di seluruh dunia berperan penting dalam pengelolaan, konservasi, dan pemanfaatan alam secara berkelanjutan. Mereka tinggal di wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi, dan hidup selaras dengan alam menjadi kunci keberlangsungan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa ekosistem yang dikelola oleh masyarakat adat cenderung lebih terjaga dibanding wilayah lain.
Prinsip two-eyed seeing menganjurkan penggabungan berbagai jenis pengetahuan: dari akademisi, petani, hingga warga lokal. Ini yang disebut riset transdisipliner, dan pendekatan semacam ini dapat membantu menjadikan kota dan desa lebih sehat secara ekologis.
Solusi Berbasis Alam dan Pergeseran Peran Ilmuwan
Untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, solusi berbasis alam dibutuhkan dengan menggunakan kekuatan ekosistem yang sehat untuk melindungi manusia, menyediakan pangan, dan menjamin masa depan yang lestari. Riset ilmiah yang menggabungkan pengetahuan adat dan upaya restorasi alam sangat dibutuhkan. Namun, unsur utama dari kesehatan planet tetaplah: perubahan.
Di era saat ini, di mana opini publik dan media berpengaruh besar terhadap sains, para ilmuwan tidak lagi bisa hanya bersembunyi di balik tembok akademik. Kita perlu menjadi scientivist yakni gabungan antara ilmuwan dan aktivis yang tidak hanya mengumpulkan pengetahuan tetapi juga mendorong perubahan sosial.
Pendidikan Regeneratif
Perubahan juga dibutuhkan dalam sistem pendidikan. Kebanyakan guru dan siswa belum menyadari krisis kesehatan planet ini. Kita butuh pendidikan yang menghasilkan generasi regenerasi mereka yang mampu membangun kembali Bumi melalui pemikiran sistemik, lintas disiplin, dan aksi nyata.
Pendidikan ekonomi klasik yang masih diajarkan sudah tidak lagi relevan. Solusi sirkularitas sering kali terlalu bergantung pada teknologi, tanpa mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya. Pendidikan regeneratif yang menyeimbangkan teknologi dengan kearifan sosial dan budaya sangat diperlukan.
Kesimpulan
Meski ada yang berpikir bahwa Bumi akan lebih baik tanpa manusia, saya tidak setuju. Sistem buatan manusia memang ada yang tidak sehat, tetapi kita bisa berubah. Bumi membutuhkan kita dan bukan untuk menjauhi alam, tetapi untuk hidup kembali bersama alam.
Kini saatnya untuk secara radikal meninjau ulang hubungan kita dengan planet ini. Kita tidak bisa memiliki masyarakat sehat di planet yang sekarat. Ketika kita menghormati Bumi, kita menghormati kehidupan dan diri kita sendiri. Dan di situlah inti dari planetary health. *