Noor Shodiq Askandar SE MM-Wakil Rektor 2 Unisma (duta.co/dedik ahmad)

Salah satu kesalahan orang Indonesia, jika memulai usaha yang kemudian gagal, ia cepat menghakimi diri dengan berpikir merasa rezekinya tidak disitu. Bahkan ada yang berpendapat, ladang wirausaha bukan bakatnya. Serta ia merasa bukan keturunan pengusaha.

Hal tersebut diperparah dengan kecenderungan kebanyakan orang untuk mencari pekerjaan, bukan menciptakan pekerjaan. Padahal Rosulullah menyampaikan bahwa 9 pintu rezeki berada pada dunia usaha. Sedangkan menjadi pekerja hanya merupakan 1 pintu membuka rezeki. Apalagi satu pintu ini diperebutkan jutaan orang. Layak jika tingkat persaingannyanya sangat tinggi.

Sedangkan Wirausaha, belum banyak dilirik. Tercatat angka wirausahawan di Indonesia masih pada kisaran 3,1 % dari jumlah usia pencari kerja. Wirausaha itu menciptakan nilai tambah, semakin banyak orang berwirausaha maka semakin banyak pula yang dikreasikan dan kemudian menjadi bernilai lebih. Hingga yang semestinya sesuatu yang dianggap biasa, ditangan wirausaha berubah menjadi luar biasa.

Dari berwirausaha pula, seakan menyukuri nikmat pemberian Allah, karena mengubah pemberian Alloh menjadi lebih berguna. Ada lagi yang menjadi kesalahan dalam memulai usaha, yakni hanya beripikir modal awal itu harus berupa dana besar.

Padahal sejatinya modal utamanya ialah keberanian dalam mengambil keputusan dan resiko, berpikir professional , serta istiqomah atau konsisten. Tak kalah pentinya lagi, adalah luasnya jaringan kerja. Keempat hal itulah modal awal. Banyak cerita wirausaha sukses bermodal awal nol rupiah.

Modal tidak sebatas berupa financial, namun justru yang menentukan dalam memulai usaha adalah jejaring dan  menggunakan akal pikiran dalam mengambil keputusan strategis dalam usaha.

Selain itu kesalahan lain dalam pola pikir pengusaha pemula yang gagal di awal, ialah lemahnya daya juang untuk memulai usaha lagi.

Semestinya mindset orang yang memulai usaha, bagaikan anak kecil yang berlatih berjalan. Saat jatuh, segera bangkit dan cari cara untuk berjalan lagi. Demikian pula dalam memulai usaha, saat gagal, segera cari cara untuk berwirausaha lagi. Saat kita jatuh, sebetulnya kita ditunjukkan setidaknya satu cara untuk bangkit.

Usahakan dalam memulai usaha tidak meniru usaha orang lain, karena dapat dipastikan kesuksesan orang yang meniru tidak akan dapat menyamai orang yang ditiru, dan orang yang meniru itu dapat dipastikan posisinya dibelakang orang yang ditiru.

Jadilah orang yang memulai dan menjadi pelopor dalam berkreasi. Lakukan yang berbeda atau bikin yang berbeda hingga menjadi daya tarik konsumen.  Segala sesuatu butuh kepastian, demikian pula dalam memulai usaha.

Pastikan usaha yang akan geluti merupakan Passion Anda, berpikirlah, apakah usaha yang akan Anda dirikan menjadi kebutuhan orang? Karena merupakan kesalahan jika memproduksi suatu barang namun tidak dibutuhkan orang.

Kemudian pastikan seimbang antara produksi dan pemasaran, lantaran tak jarang hasil pekerjaan sudah bagus tapi lupa bagaimana strategi menjual. Selamat berwirausaha. (*)

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry