BUNUH ISTRI DAN ANAK: Polrestro Tangerang menunjukkan barang bukti pembunuhan yang dilkaukan Abi kepada istri dan kedua anaknya, Selasa (13/2). (ist)

TANGERANG | duta.co – Polisi menetapkan Mochtar Efendi (ME) alias Abi (60) sebagai tersangka kasus pembunuhan istrinya sendiri, Ema (40), dan dua anaknya Nova (23) serta Tari (13). Tersangka menghabisi nyawa ketiga korban di dalam rumah, Perumahan Taman Kota Permai 2, Blok B6/5, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Senin (12/2). Tersangka tega membunuh karena dipicu persoalan ekonomi.

“Berdasarkan hasil otopsi ketiga korban ada beberapa luka tusukan di leher, perut, satu korban dalam keadaan luka parah, Muchtar Efendi dari hasil keterangan awal serta petunjuk, kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan, Selasa (13/2).

Dia menjelaskan, tersangka tega membunuh istri dan kedua anak tirinya itu lantaran emosi. “Jadi dia kesal, karena istrinya nyicil mobil tanpa bicara dengan pelaku,” kata Kombes Harry.

Diterangkan Harry, tersangka dan korban Ema sempat terlibat cekcok tiga hari sebelum ditemukan tewas. “Sebelum kejadian pembunuhan terjadi, ada cekcok antara Ema sebagai korban istri siri ME terkait masalah jual beli mobil yang dilakukan istri, tidak disetujui, selama tiga hari cekcok terjadi di TKP yang akhirnya diakhiri pembunuhan,” ujarnya.

Abi diketahui membunuh istri dan kedua anaknya menggunakan sebilah pisau yang disembunyikan di dalam lemari di kamar belakang di tempat dia ditemukan. “Menggunakan sebilah senjata tajam, keterangan tersebut didapatkan saat kami mengunjungi Polri, alat yang digunakan diselipkan di salah satu lemari ataupun tempat pakaian,” bilangnya.

Kombes Harry berharap, tadi malam, seluruh jenazah sudah selesai menjalani otopsi. “Direncanakan malam ini (tadi malam-red) selesai,” ucap dia.

Pihaknya memastikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban, setelah proses otopsi selesai, jenazah akan dikebumikan besok. “Sesuai dengan hasil rapat dengan keluarga, para jenazah akan dimakamkan besok, ada dua tempat pemakaman berbeda dari tiga jenazah ini,” ucap dia.

Ojah (56) kakak dari Ema (40) memastikan akan memakamkan korban di dua TPU di Bogor dan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

“Ema dan anak pertamanya Nova akan dimakamkan di Bogor, persisnya di Kampung Babakan Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Sementara Tiara, akan dimakamkan di Kampung Baru Tarikolot, RT02/03 Kelurahan Sepatan,Kabupaten Tangerang,” ucap Ojah.

Tersangka Abi dijerat pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. Kini tersangka masih dalam perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

 

Abi Coba Bunuh Diri

Juga terungkap Abisempat melakukan percobaan bunuh diri. Menurut Kombes Harry, pelaku saat ini masih menjalani perawatan medis di RS dr Sukamto, Kramat Jati.

“Pelaku melakukan percobaan bunuh diri tapi tidak berhasil dan saat ini pelaku dirawat intensif di RS Kramat Jati. Untuk alasan ia bunuh diri karena apa sampai saat ini kita belum tahu mengingat kondisinya lemas dan sulit diajak berkomunikasi,” ujar Harry.

Diterangkan Harry, pelaku sempat menyampaikan maaf kepada Kapolres yang menemuinya di RS Polri, karena menghabisi ketiga nyawa anggota keluarganya menggunakan pisau yang sudah disiapkan.

Polisi hingga kini masih menyelidiki buat mengungkap kasus tersebut. Salah satu yang dilakukan adalah memeriksa CCTV. Menurut keterangan polisi, dini hari sebelum kejadian, tetangga korban mendengar suara keributan dari rumah korban.

Kerap Dengar Ribut

Salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya mengakui kerap mendengar keributan dari rumah korban. Dia menuturkan, pasangan suami istri itu sering terlibat cekcok alias bertengkar. “Yang saya dengar sendiri begitu, kalau Almarhumah Ema, ya baik ke tetangga, ke semuanya,” katanya, Selasa (13/2).

Dia menjelaskan Abi adalah suami ketiga dari Almarhum Ema. Hasil pernikahan keduanya tak memiliki anak. “Anaknya Nova dan Tari itu beda-beda ayah,” kata dia.

Meski tak bisa dibilang rutin, pertengkaran rumah tangga itu kerap terdengar olehnya. “Namanya rumah tangga ya ada saja pertengkaran keluarga itu biasa ya, tapi memang cukup seringlah,” terangnya.

Tak hanya adu mulut, pertengkaran rumah tangga itu juga kerap terdengar suara alat-alat rumah tangga yang dibanting. “Cuma waktu pertama piring pecah saya sempet tengok, katanya masalah keluarga. Kejadian ini saya mau tengok ya mungkin masalah keluarga lagi,” katanya. hud, mer

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.