Edza Aria Wikurendra, S.KL, M.KL – Dosen S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan

PENCEGAHAN terhadap kerusakan lingkungan sudah mulai dilakukan beberapa dekade terakhir ini. Berkembangnya isu pemanasan global (global warming) di masyarakat mendorong masyarakat dunia untuk mulai merubah pola pikir terhadap gaya hidup mereka. Gaya hidup untuk mengurangi kerusakan terhadap lingkungan.

Energi dan material yang ramah lingkungan membuat para peneliti berpikir lebih keras agar menciptakan teknologi yang ramah dengan lingkungan, tidak hanya peneliti yang berpikir keras agar teknologi yang digunakan manusia membuat keseimbangan terhadap alam, masyarakat umum mulai belajar bagaimana mengurangi kerusakan lingkungan dengan cara yang sederhana dan mudah di samping para peneliti mengembangkan penemuan yang lebih “hijau”.

Regulasi terhadap isu lingkungan pun diberlakukan oleh beberapa Negara sebagai pembelajaran dan pembiasaan terhadap warga negaranya untuk lebih peduli terhadap lingkungannya sebagai contoh mengurangi konsumsi kantong plastik dengan membeli kantong plastik berbayar.

Sistem ini memakasa kita (manusia) untuk lebih bijak lagi memilih kantong belanja dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Tidak hanya dalam bentuk regulasi, kampanye terhadap kerusakan lingkungan juga sering digaungkan oleh sekumpulan orang yang peduli terhadap lingkungan baik itu dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, perkantoran ataupun universitas.

 Berbagai upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan diri pribadi untuk kesehatan di masyarakat serta untuk memperbaiki kualitas lingkungan yang rusak ini. Pada intinya ada dua kesadaran yang berperan penting dalam memperbaiki kualitas kesehatan di masyarakat saat ini. Yaitu adalah kesadaran dari diri sendiri dan kesadaran dari pemerintah.

Kita mulai dari kesadaran diri sendiri terlebih dahulu, dari kesadaran diri kita bisa mengajak orang lain untuk sadar akan hidup sehat. Pertama, ubah kebiasaan kita membuang sampah pada tempatnya. Hindari membuang sampah di sembarang tempat, di pinggir jalan, di sungai atau di lingkungan bersih.

Jika memiliki sampah rumah tangga, kumpulkan lalu buanglah ke tempat pembuangan akhir. Kedua, setelah terbiasa membuang sampah pada tempatnya yaitu terapkan 3 R (Reduse, Reuse, Recycle) dalam hidup sehari-hari.

Reduse, menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan. Misalnya pergi berbelanja membawa kantong belanja sendiri untuk menggurangi jumlah plastik yang beredar. Reuse, menggunakan kembali barang-barang yang kita pakai.

Misalnya pakailah botol air minum yang bisa dibawa untuk berpergian daripada membeli air mineral yang akan memperbanyak sampah botol plastik. Recycle, yaitu mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai. Misalnya mendaur ulang botol bekas untuk dijadikan hiasan atau pot untuk tanaman hidroponik.

Ketiga, menjaga lingkungan agar tetap bersih, dengan bergotong royong membersihkan lingkungan bersama masyarakat. Gotong royong dilakukan secara rutin setiap waktu, jika lingkungan bersih maka resiko penyakit pun akan sedikit. Keempat, menjaga kelestarian mahluk hidup dengan terus menanam pohon dan menjaga hutan agar tidak rusak.

Fungsi dari pohon adalah untuk menyerap air hujan agar tidak menyebabkan banjir. Pohon-pohon di hutan berfungsi sebagai paru-paru kita yaitu menghasilkan udara bersih. Tarapkan menanam di lingkungan sekitar rumah agar udara menjadi segar dan bersih serta jauh dari polusi udara yang menganggu kesehatan kita.

Setelah kesaradan diri untuk menjaga kesehatan di terapkan, rasanya tidak adil jika pemerintah sang pembuat kebijakan tidak ikut andil dalam masalah ini. Berikut ini adalah kesaradan atau peran atau partisipasi pemerintah dalam program kesehatan masyarakat.

Pertama, pemerintah ikut membarikan fasilitas kepada masyarakat khususnya tentang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta tenaga dan transportasi yang dibutuhkan. Butuh keberanian pemerintah dalam program pembuatan TPA, karena mulau dari tempat untuk pembuangan, alat pengangkut sampah juga pekerja atau tenaga pengangkutnya.

Dengan adanya TPA ini, masyarakat sangat terbantu agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan tidak lagi menjadikan sungai untuk TPA. Kedua, sosialisasi kembali dalam penerapan 3R di masyarakat, kadang masyarakat lupa untuk menerapkannya kembali. Jika lupa berarti hasil sampah yang dihasilakan akan selalu bertambah.

Sosialisasi dilakukan pada segala aspek, mulai dari sosialisasi di sekolah, di kantor-kantor, di masyarakat/RT, di pasar/mall, dan lain-lain. Intinya adalah sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat kalangan bawah, menengah maupun atas. Ketiga, memberian sanksi yang tegas bagi penebangan hutan secara liar, sanksi yang tegas yang bisa membuat pelaku menjadi jera dan tidak melakukan penebangan liar lagi.

Karena dengan sanksi yang tegas artinya menjaga kelestarian lingkungan hidup atau ekosistem hutan. Selain itu juga pemerintah harus membuat kebijakan tentang pendiriang bangunan baru agar pembangunan tidak sembarangan dan menutupi resapan air. Mengadakan program penanaman pohon dan pembuatan hutan kota agar udara kota menjadi segar. Keempat, pembuatan aturan yang tegas dalam pembangunan pabrik atau industri. Yang mengatur tentang pembuangan limbah padat, cair maupun gas juga program kebijakan pabrik peduli ligkungan sekitar. Membuat lokasi hijau di daerah sekitar lokasi pabrik, agar pekerja maupun masyarakat sekitar bisa merasakan udara segar.

Kedua kesadaran baik dari diri sendiri dan pemerintah adalah sebuah cara yang saling berkaitan dan bergantung. Tujuan menciptakan kesehatan di masyarakat tidaklah tercapai jika tanpa adanya peran dari keduanya.

Jika hanya kesadaran diri saja yang dijalankan tidak mendapat dukungan dari pemerintah, hasilnya akan sia-sia karena tidak ada yang memfasilitasi. Begitu pula sebaliknya, jika pemerintah telah memfasilitasi tanpa adanya kesadaran dari masyarakat akan sia-sia pula yang dilakukan oleh pemerintah.

Maka penting sekali dilakukan secara bersama-sama, agar tujuan yang diharapkan lekas tercapai. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dari lingkungan ini dengan memperbaki kualitas bumi yang telah rusak ini, demi kelangsungan hidup anak cucu kita bersama. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry