Edza Aria Wikurendra, S.KL, M.KL

Dosen S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan

KESEHATAN adalah permasalahan yang tidak ada habisnya, mulai dari kesehatan diri sendiri, kesehatan keluarga maupun kesehatan masyarakat. Yang awalnya menjadi masalah pribadi, kini kesehatan telah menjadi masalah dalam lingkungan bermasyarakat.

Kurangnya kesadaran individu adalah faktor utama penyebab masalah yang mengancam bagi kesehatan banyak orang. Di Indonesia sendiri, misalnya masalah yang paling klasik adalah kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

Namun kita lihat di berbagai sudut kota, selalu terdapat tumpukan sampah, sungai-sungai yang penuh dengan sampah-sampah.

Akibat dari membuang sampah tidak pada tempatnya, yaitu menimbulkan bau yang tidak sedap akan mengganggu kesehatan pernapasan, mengundang banyak serangga dan bakteri yang pastinya akan menganggu kesehatan kita.

Sampah juga menyumbat aliran sungai sehingga mengakibatkan banjir disertai sampah, betapa joroknya banjir dengan tumpukan sampah.

Masih berkaitan dengan kurangnya kesadaran diri sendiri, masalah kesehatan ini berawal dari kurangnya perhatian dengan lingkungan.

Lihat saja di zaman serba modern sekarang ini, terutama di kota-kota besar gedung-gedung tinggi yang menutup daerah resapan air. Jangan heran jika banjir mudah saja terjadi setiap saat hujan tiba.

Pembangunan pabrik mulai merajalela, sekarang pembangunan pabrik sudah ada di desa-desa bukan hanya di kota saja.

Banyak sekali dampak pembangunan pabrik bagi kesehatan, misalnya saja pembuangan limbah basah ke aliran sungai yang akan mengakibatkan hancurnya ekosistem sungai, mengakibatkan bau busuk mengganggu kesehatan warga sekitar.

Belum lagi pabrik juga menyebabkan polusi udara dari asap proses produksi. Jika terus-terusan pabrik melakukan pembuangan limbah secara sembarangan akan sangat merugikan bagi kesehatan masayarakat sekitar bahkan juga akan merusak kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Lingkungan hidup merupakan bagian dari bumi yang mencakup mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan dan benda lainnya seperti air, tanah udara ataupun sumber energi yang ada di dalamnya dan menjadi satu.

Lingkungan hidup yang baik dapat tercipta bila terjadi keseimbangan antara mahluk hidup satu dengan yang lainnya serta terhadap benda lain (air, tanah, udara dan sumber energi), namun perkembangan teknologi yang pesat membantu manusia untuk menemukan inovasi yang memudahkan mereka melakukan pekerjaan.

Perkembangan inovasi ini tidak diseimbangkan dengan akibat dari apa yang dihasilkan dari inovasi tersebut.

Pencemaran terhadap lingkungan hidup yang sejatinya berasal dari manusia sendiri telah mencemari air, tanah dan udara sehingga fenomena ini kita kenal sebagai fenomena pemanasan global (global warming).

Isu pemanasan global sendiri muncul pada tahun akhir 1980 dimana terjadi perubahan iklim akibat gas CO (karbonmonoksida), NOx, CO2 (karbondioksida), CFC, N2O, CCl4, CH4 (metana) gas – gas ini dikenal dengan gas rumah kaca.

Gas rumah kaca mampu menyerap panas dari sinar matahari sehingga panas dari sinar akan tertahan di bumi dan menyebabkan suhu bumi menjadi meningkat. Produksi gas rumah kaca dapat berasal dari gas buang kendaraan bermotor, gas buang pabrik, pembakaran sampah, pemabakaran hutan, pemabakaran lahan gambut.

Besarnya produksi gas yang dihasilkan dari kegiatan tersebut membuat banyaknya gas yang tertahan di atmosfer dan membuat suhu bumi meningkat.

Meningkatnya suhu bumi ini mempengaruhi alam dengan mencairnya es di kutub dan meningkatnya volume air laut, meningkatnya gas rumah kaca terutama dalam industri dan kendaraan bermotor dapat menyebabkan polusi berupa asap racun,  selain itu produksi gas rumah kaca seperti SOx mampu memberikan dampak berupa hujan asam.

Besarnya kontribusi gas rumah kaca terhadap meningkatnya suhu bumi bukan masalah satu – satunya pencemaran terhadap lingkungan. sampah merupakan masalah klasik yang kurang mejadi perhatian di sebagian masyarakat.

Produksi wadah makanan, alat elektronik, alat kosmetik, hingga pakaian yang kita kenakan akan menjadi sampah saat kita sudah tidak memakainya lagi.

Perilaku mensisakan makanan pun masih tinggi yang membuat banyak makanan atau minuman yang di buang.

Peningkatan produksi sampah pun menjadi permasalahan global karena beberapa jenis sampah sulit untuk diurai terutama sampah plastik dan sampah elektronik. (bersambung)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry