PROGRAM : Antusiasme anak-anak desa Sukolilo Jabung Malang dalam ikut menyukseskan program KBA. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Wilayah Group Astra Malang berupaya mensukseskan program nasional Kampung Berseri Astra (KBA). Berbagai ikhtiar telah dilakukan, mulai survei berbulan-bulan, diskusi panjang, sampai memberikan berbagai fasilitas guna menstimulan kampung Sukolilo menjadi kampung yang mandiri dalam hal pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Ketua Koordinator Wilayah Group Astra Malang, Rangga Septiana (dedik ahmad)

Seperti diungkapkan Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Malang, Rangga Septiana (27 th). Bahwa sebagai perusahaan besar yang sadar arti nasionalisme, Astra berkeinginan kuat untuk menjadi aset bangsa yang bermanfaat. Untuk itu dicanangkanlah program Kampung Berserih Astra (KBA) yang mengembangkan 4 pilar pembangunan.

“Kami sendiri wilayah Malang, mulai pencanangan Mei lalu, langsung menindaklanjuti dengan melakukan survei ke berbagai kampung selama 2 bulan lama, untuk menentukan kampung mana yang layak dibina,” paparnya.

Selanjutnya, pria yang juga Kepala Cabang Asuransi Astra Malang menguraikan pula, keseriusan menyukseskan program KBA di wilayah Malang diawali dengan berbagai survei dan diskusi panjang dari tim yang dibentuk dari 11 perusahaan grup Astra. Masing-masing perusahaan mengirimkan 3 perwakilan. Personel tim ini sendiri lengkap, mulai dari perusahaan automotif seperti Toyota, Daihatsu dan Isuzu. Perusahaan financial seperti ACC, FIF dan Bank Permata, juga ada Trac yang bergerak dalam persewaan kendaraan dan Sigap, yakni perusahaan penyedia tenaga keamanan.

Dari hasil survei dan diskusi panjang, akhirnya tim Wilayah Group Astra Malang memilih kampung Sukolilo Kecamatan Jabung Tumpang Kabupaten Malang sebagai KBA binaan.

“Alasan kuatnya, warga Sukolilo yang sudah bergerak menuju 4 pilar. Gerakan yang sudah berjalan 4 tahun terakhir ialah Bank Sampah dan Gubuk Baca,” tutur Rangga Septiana.

Selain itu, karakter warga Sukolilo yang sudah terbentuk dalam hal pemberdayaan, menjadikan tim Astra tinggal memberikan pendampingan dalam berbagai program. Perusahaan ini pun tak segan memberikan pelatihan ketrampilan seperti membatik dan pembuatan sabun susu, serta memberikan pinjaman modal awal.

Namun Rangga Septiana menandaskan, “Fokus dari kami pada pendampingan bukan pemberian dana, dan menjadikan desa binaan jadi kampung mandiri. Kami turut mendidik, bukan untuk menjadi desa pengemis. Andaikata perlu dana pinjaman, maka harus ada kewajiban mengembalikan yang nantinya digulirkan lagi untuk kegiatan desa lain,” urainya.

Kedepan KBA Sukolilo ini dijadikan program Desa Wisata Budaya, yang di dalamya terdapat pernak-pernik hand made, berbagai ukiran yang mengacu pada topeng Malangan.

Selain itu, bertepatan Asean Game beberapa waktu lalu, pihak Astra juga sebagai sponsor utama dalam  even akbar ini, menggelorakan pula semangat sportifitas di masing desa. Beragam lomba menyemarakan ‘Asean Game versi desa’. Perusahaan ini menggelontorkan hadiah-hadiah edukatif, seperti buku tulis, alat game edukatif.

“Karena semangat desa suko adalah membaca, maka alat baca dan pendukungnya yang kami suport.” tutup Rangga Septiana. (dedik ahmad)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry