
MALANG | duta.co – KH. Imam Jazuli mengajak para pengasuh pesantren untuk memperkuat peran lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era disrupsi dengan tetap menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, keilmuan, dan kebutuhan perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi bersama wali santri, sahabat, para salik Dalail Khairat, pemerhati pesantren, serta alumni Workshop Pengasuh Pesantren yang berlangsung di Resto 52 Kota Malang, 17/09/2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog dan refleksi bersama mengenai arah perkembangan pesantren di tengah perubahan sosial, teknologi, dan tantangan pendidikan masa kini.
Dalam diskusi yang berlangsung penuh keakraban, para peserta membahas berbagai tantangan pesantren di era disrupsi, mulai dari pentingnya penguatan karakter santri, pengembangan kompetensi, hingga kemampuan pesantren dalam beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
KH. Imam Jazuli menyampaikan bahwa pesantren masa depan harus mampu menghadirkan keseimbangan antara orientasi dunia dan akhirat.
“Pesantren yang baik ke depan adalah pesantren yang mampu menjaga keseimbangan. Pesantren tidak hanya membangun karakter spiritual dan akhlak santri, tetapi juga harus membekali mereka dengan kemampuan untuk menghadapi perkembangan zaman,” ujar Kiai Imjaz nama pendeknya.
Menurutnya, tradisi keilmuan Islam yang menjadi fondasi pesantren harus tetap dipertahankan. Namun, pesantren juga perlu membuka diri terhadap inovasi, teknologi, dan perubahan sosial agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
“Pesantren harus tetap berakar pada nilai-nilai agama, tetapi juga harus memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Acara berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab antara para pengasuh pesantren dan peserta. Suasana kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan, sekaligus mempererat hubungan antar-pengasuh pesantren dari berbagai latar belakang.
Selain diskusi, rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi ijazah Dalail Khairat. Para peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh khidmat sebagai bagian dari tradisi spiritual dan keilmuan yang telah lama menjadi ciri khas pesantren.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut KH. Fahrurozi, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Malang. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi terhadap perjalanan KH. Imam Jazuli dalam mengembangkan pesantren dan mengamalkan tradisi keilmuan Islam.
“KH. Imam Jazuli merupakan sosok yang istiqamah dalam mengamalkan Dalail Khairat. Beliau memiliki perjalanan panjang dalam membangun pesantren. Dari awal yang sederhana, kini berkembang luas dan memiliki jaringan santri di berbagai daerah,” ungkap KH. Fahrurozi.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan jejaring antar-pengasuh pesantren dalam menghadapi perubahan zaman. Melalui dialog, silaturahmi, dan kolaborasi, pesantren diharapkan terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta adaptif terhadap perkembangan masa depan.(*)






































