PRESTASI : Sumiarso, Kepala Cabdispendik Wilayah Kediri (Nanang Priyo / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Dukungan penuh disampaikan Sumiarso, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacab Dispendik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, atas pernyataan tegas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar agar Shalfa Avrila Siani, atlet senam atletik kembali ke Kota Kediri untuk melanjutkan belajarnya. Ditemui di ruang kerjanya, Senin (02/12), Shalfa diminta memilih SMA favorit yang dikehendakinya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu putri terbaik Kota Kediri telah meraih 48 medali dicoret dari tim nasional hanya karena dituding tidak perawan oleh pelatihnya. Mendengar permasalahan ini, menjadikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Abdul Hakim Bafaqih, Anggota DPR RI Komisi X, Minggu kemarin mengundang secara khusus di rumah dinas wali kota.

“Saya di sini untuk Indonesia, bahwa ini anak saya yang aslinya dari Kota Kediri katanya tidak virgin. Ini adalah hal yang menghancurkan karier anak saya yang dididik sejak kecil dari nol hasil diklat Puslatda Jawa Timur sejak 10 tahun. Ini merupakan kebanggaan Jawa Timur. Saya sedikit kecewa, yang bersangkutan sudah saya tanya sudah detail dan dia anak baik serta telah memperoleh 48 medali,” ungkap Wali Kota Kediri akrab disapa Mas Abu.

Perhatian Diberikan Mas Abu

PRESTASI : Shalfa bersama keluarga dan didampingi kuasa hukum saat datang di rumah dinas Wali Kota Kediri (Ahmad Mafruchi / duta.co)

Mas Abu kemudian meminta Shalfa untuk angkat kaki dari Puslatda di Kabupaten Gresik dan diminta kembali ke Kota Kediri. Menyikapi hal ini, Sumiarso menyatakan siap memberikan fasilitas atas sekolah yang hendak ditujunya.

“Yang jelas atlet Shalfa harus kita fasilitasi karena dia anak pintar. Apalagi telah mengharumkan nama Jawa Timur bahkan Indonesia. Sebagai orang tua saya jamin akan melindungi dan mengayominya,” terangnya.

Bahkan Kacab Dispendik menyatakan siap mengantarkannya masuk ke sekolah yang hendak dituju. “Mau SMA mana, yang dekat rumah? Atau silahkan mau pilih SMA-nya. Dia anak saya biarkan melanjutkan study di Kota Kediri saja dan kami sangat-sangat terbuka dan akan memberikan fasilitas,” imbuhnya.

Didapat keterangan dari kuasa hukumnya, Imam Mohklas SH jika Shalfa yang duduk dibangku Kelas XII ini, ingin melanjutkan sekolah di SMAN 7 Kota Kediri. “Anaknya ingin di SMA 7 karena dekat dengan rumahnya. Namun saat ini mohon jangan ditemui ya, dia sangat terpukul psikologinya,” jelas Imam Mohklas. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry