KEDIRI| duta.co – Pernah menempuh kuliah di Kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri. Sosok Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj ingin mengenang masa indah masa itu.

Dijelaskan Ketua Panitia Kuliah Umum, KH. Reza Ahmad Zahid, pada Minggu (4/3) memberikan kuliah umum, dilanjutkan pertemuan.

“Insya Allah beliau hadir pada Ahad pagi sekira pukul 09.30 di Kampus Tribakti,” jelas Gus Reza, Wakil Rektor I IAIT.

Sejumlah persiapan di lingkunan kampus, baik untuk lokasi kuliah dan pertemuan telah dipersiapkan oleh pihak panitia. Usai memberikan kuliah umum, jadwal berikutnya Pak Said, sapaan akrab Ketua Umum PBNU ini akan melantik pengurus baru PCNU Kabupaten Kediri di Ponpes Kapurejo Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Terkait menjadi dosen, dijelaskan Wakil Rektor II IAIT, Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd, bahwa acara ini sebenarnya terbuka untuk umum, namun pada kesempatan pertama Pak Said akan menjadi dosen kepada para mahasiswa.

“Meski tidak ada undangan umum, tapi kita tetap menerima siapa saja yang ingin berkenan hadir di dalam acara ini,” ungkap Wakil Rektor ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (2/3).

Agenda kuliah umum ini, merupakan murni keinginannya karena pada agenda berikutnya, beliau diminta mengajar sebagai dosen tamu di Kampus Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA).

“Informasi kami dapat, beliau sebelum mengajar di UINSA, akan memberikan kuliah umum di sini (IAIT Kediri). Jadi, Minggu di sini dan Senin memberikan kuliah di Surabaya,” terangnya.

Bila kembali masa lalu, sosok kyai karismatik ini, selain menjadi mahasiswa di Kampus Tribakti, juga mencari ilmu di Ponpes MHM Lirboyo Kediri. Ada materi telah disiapkan untuk bahan kuliah, Islam Nusantara, Kajian Tasawuf, Islam di Mata Orientalis, Resolusi Konflik di Indonesia, Aliran -Aliran Dalam Islam dan tentang Ideologi. “Namun untuk materi yang diberikan, kami belum bisa pastikan,” ungkap Dr. Jauhar Fuad.

Bedasarkan hasil rapat pimpinan, kegiatan tersebut murni kuliah dan bukan model seminar. Materi yang disampaikan akan ditulis langsung oleh Pak Said pada papan putih.

“Coretan – coretan Pak Said itu tidak akan dihapus, namun kita dokumentasikan dan arsipkan. Menjadi catatan bahwa beliau pernah memberi kuliah di Tribakti,” pungkasnya. (ian/nng)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry