CUCI SENDIRI : Owner Glory Go Laundry, Gloria Charity membantu salah satu pelanggan yang mencuci baju sendiri di gerai ke-3 nya di Patemon Kali Surabaya. (duta.co/imam)

SURABAYA | duta.co – Kesibukan warga kota Surabaya yang tinggi menjadi salah satu sebab tingginya kebutuhan layanan bisnis laundry yang hadir di Kota Surabaya.  Di beberapa sudut kota Surabaya banyak bermunculan layanan laundry, baik individual ataupun korporasi.

Dan peluang pasar itulah yang ditangkap Glory Go Laundry dengan membuka cabang ke tiganya di wilayah Patemon Kali. Keberanian Glory Go Laundry buka cabang ke-3 karena minat masyarakat terhadap layanan laundry atau cuci baju cukup tinggi di Surabaya dua cabang Glory Go Laundry yang ada di daerah Dukuh Kupang dan Banyu Urip Surabaya.

“Awalnya buka di Dukuh Kupang Surabaya  dan ternyata minat konsumen sangat tinggi sehingga saya kembali buka cabang di Banyu Urip dengan konsep full service. Seentara di Banyu Urip ini kami memulai konsep yang berbeda, yaitu self services,” ujar Owner Glory Go Laundry, Gloria Charity ditemui saat syukuran pembukaan cabang Glory Go Laundry Petemon Kali di Surabaya, Sabtu (120/4/2019).

Ia berharap, hingga lima tahun ke depan, Glory Go Laundry akan memiliki 50 cabang di seluruh Surabaya.

“Intinya kami mencoba melakukan edukasi kalau layanan ini adalah untuk membantu pekerjaan rumah mereka. Pindahkan pekerjaan mencuci ke sini dan apapun yang dipilih, itu terserah konsumen,” kata Gloria.

Dengan layanan self service konsumen bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya, mulai dari berapa banyak detergen yang digunakan sampai proses mencuci. Apa hanya cuci saja ataukah dengan pengeringan, semuanya dilakukan sendiri hanya dengan membeli koin.

Konsep self services ini menurut pengakuannya cukup efektif untuk meminimalisir kekeliruan dan kehilangan serta lebih murah. Jika pada layanan laundry “drop out”  biayanya mencapai Rp 30 ribu per 6 kilogram, maka dengan menggunakan layanan self services, pelanggan bisa efisien sekitar Rp 10 ribu karena biaya cuci kering hanya dibanderol sebesar Rp 20 ribu per 7 kilogram.

“Selian mengenalkan konsep self services  Glory Go Laundry juga mengenalkan konsep mencuci tanpa setrika. Di semua cabang Glory Go Laundry tidak ada layanan setrika. Cukup dikeringkan dan dilipat, baju akan tampak halus layaknya sudah disetrika,” ujarnya.

Di Banyu Urip,  dengan jumlah mesin sebanyak lima set mesin cuci dan pengering, cabang ini mampu melayani 60 lot hingga 80 lot sehari. Karen kian banyaknya konsumen, maka Gloria memutuskan untuk kembali membuka cabang ke tiga di daerah Petemon Kali Surabaya dengan konsep yang sama yaitu self services.

“Karena banyak konsumen yang antri sejak gerai belum buka, maka di sini kami buka mulai jam 06.00 WIB hingga jam 22.00 WIB. Kami hanya ingin melayani dan membantu meringankan pekerjaan masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu jelas Gloria “Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa sekarang, mencuci tidak perlu menggosok tetapi cukup dengan melipat saat panas. Selain bisa efisiensi waktu, juga hemat biaya. Nah, di Surabaya ini masyarakat belum begitu mengetahui. Padahal di Jakarta sudah banyak. Kalau di Jakarta bisa, kenapa di Surabaya tidak bisa,” jelasnya.

Gloria bercerita saat pertama kali mengenalkan konsep cuci tanpa gosok, banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apa tidak lusuh. Namun dengan kegigihannya, akhirnya masyarakat  bisa menerima dan justru lebih senang dibanding dengan menggosok karena warna pakaian tidak  memudar.  (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.