LOMBA : Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Bakrie MSi bersama peserta Lomba Pramuka Keagamaan dan Wakil Rektor IV serta Dekan. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Prihatin terhadap dekadensi moral, radikalisme agama, serta materialistik dan hedonisme Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar lomba Pramuka Keagamaan.

Lomba yang disisipi dengan pemahaman Islam Rahmatan Lil’Alamin ini juga menilai ketrampilan dan kemandirian peserta yang memperebutkan piala dari Kementrian Agama dan beasiswa.

Menurut Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakrie MSi, bahwa lomba Pramuka Keagamaan ini sudah menjadi rutinitas kampus kebanggaan NU ini selama 7 tahun lebih.

“Selain ingin mengenalkan Unisma lebih dekat, even yang digelar 4 hari ini tepat sekali untuk mengedukasi peserta yang dari siswa SLTA untuk lebih memahami Islam Rahmatan Lil’Alamin,” jelasnya.

Orang nomor satu di Unisma ini menegaskan “Kami prihatin terhadap dekadensi moral, radikalisme agama, serta materialistik dan hedonisme yang melanda masyarakat. Sebagai tanggung jawab moral terhadap bangsa, Unisma menginisiasi kegiatan yang melibatkan langsung generasi muda agar mereka kedepan dapat lebih menerima perbedaan dan lebih memilih hidup bersahaja,” ungkapnya, Kamis (25/07/2019).

Menurut Ketua Dewan Racana, Wildan Ridzah Zidani, mahasiswa Unisma yang juga Ketua Panaitia, bahwa lomba Pramuka Keagamaan ini terdiri dari 13 mata lomba. Dikategorikan dua bidang, yakni keagamaan dan kepramukaan.

Materi dari sisi keagamaan diantaranya merawat jenazah dan kaligrafi. Sedangkan jika lomba kepramukaan terdiri dari pionering, yakni tali temali yang dipadukan dengan tongkat, kolone yaitu baris berbaris menggunakan tongkat, serta Idol Camp, yakni lomba menghias tenda.

Wildan Ridzah juga menambahkan peserta untuk tahun ini sebanyak 264 siswa SMA yang terdiri dari 18 sekolah pilihan se-Jawa Bali. Nantinya para peserta akan memperebutkan piala dari Kemenpora dan Kementrian Agama serta Kwartir Cabang Daerah Jawa Timur.”(dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.