Nur Hidaayah, S.Kep.,Ns.,M.Kes – Dosen Keperawatan Jiwa S1 Keperawatan dan Ners FKK

Kekerasan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh seseorang. Karena hal itu bisa menimbulkan reaksi negatif.

Rasa malu, marah, tersinggung dan sebagainya pada diri orang yang menjadi korban pelecehan. Rentang pelecehan seksual ini sangat luas, meliputi: main mata, siulan nakal, komentar yang berkonotasi seks, humor porno, cubitan, colekan, tepukan atau sentuhan di bagian tubuh tertentu.

Juga bisa berupa  godaan ke arah hubungan seksual, gerakan tertentu atau isyarat yang bersifat seksual, ajakan berkencan dengan iming-iming atau ancaman, ajakan melakukan hubungan seksual sampai perkosaan.

Sexual abuse dengan gejala : memar, perdarahan, iritasi, genitalia eksterna, anus, mulut atau kerongkongan, nyeri saat berkemih, sulit berjalan, terdapat tanda infeksi saluran kemih bisa dikenali sebagai tanda itu.

Juga terdapat tanda PHS, tanda kehamilan, perilaku menarik diri, melamun, hubungan yang jelek dengan golongan usia yang sama, terjadi perubahan yang tiba-tiba seperti pobia pada ruangan gelap/laki-laki/orang asing, kecemasan dan penurunan BB.

Bisa juga berdampak lari dari rumah, ketergantungan obat dan alkohol, depresi, bermusuhan, perilaku agresif dan perilaku bunuh diri.

Cara mencegah pelecehan seksual dengan memperlajari persoalan pelecehan seksual, bertindak asertif dan berani mengatakan tidak (menolak), menyebarkan informasi tentang pelecehan seksual.

Juga dengan bertindak sebagai saksi, membantu korban, membentuk kelompok solidaritas, mengkampanyekan jaminan keamanan, khususnya bagi perempuan, mengkampanyekan penegakan hukum bagi hak-hak perempuan.

Karena dampak dari pelecehan seksual itu sangat besar. Misalnya gangguan psikologis seperti marah, mengumpat, tersinggung dipermalukan, terhina, trauma sehingga takut keluar rumah. Bisa juga mengalami kehilangan gairah kerja atau belajar, malas. Bisa juga terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, dapat terjadinya penyakit menular seksual, merasa malu terhadap orang sekitar dan sebagainya. Bisa juga mengalami depresi.

Beberapa hal yang perlu diberitahukan kepada anak agar terhindar dari kekerasan seksual, sejak anak berusia 2-4 tahun . Misalnya anak harus diberitahukan agar jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing, juga harus selalu meminta izin orang tua jika akan pergi.

Katakan pada anak bahwa mereka harus segera melaporkan kepada bapak atau ibunya apabila ada orang yang menyentuh alat kelamin atau tubuh mereka dengan cara yang tidak mereka sukai.

Katakan juga agar anak berteriak atau kabur jika merasa terancam oleh orang yang tak dikenal. Agar anak dapat memahami bahwa orang lain dapat melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan kepada dirinya berkaitan dengan perbuatan seksual dan upaya anak dapat memahami hal tersebut, pengenalan bagian tubuh kepada anak mutlak dilakukan.

Orang tua juga perlu mengajarkan anak mengenal perbedaan bagian tubuh anak laki-laki dan perempuan. Kemudian ajarkan kepada anak mengenai nilai, batasan dan aturan yang di anut oleh keluarga yang seharusnya dihormati.

Penanganan kasus ini adalah ketahui kecemasannya, menerapkan teknik relaksasi, menciptakan  lingkungan yang tenang, pendekatan yang meyakinkan, identifikasi situasi yang mencetuskan kecemasan dan dorong orang tua untuk menemani anak, sesuai dengan kebutuhan. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.