
Kementerian Pertanian (Kementan) Gandeng Unesa Untuk Kembangkan Bibit Kedelai Kualitas Unggul


Kerja sama itu dilakukan untuk pengembangan bibit kedelai berkualitas unggul. Agar tujuan Presiden Prabowo agar bisa swasembada kedelai bisa tercapai.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi ini sudah dilakukan. Sebelumnya dengan UGM, ITB dan IPB. Masing-masing kampus berbeda jenis kerja samanya.
“Kalau dengan Unesa ini untuk pengembangan kedelaiia. Seperti diketahui ada lahan 56 hektar di Kemdal untuk dikembangkan tanaman kedelai. Kamu masih bibit unggul secara gratis nantinya, traktor dan kebutuhan lainnya. Selain ditanami kedelai, dosen bisa melakukan penelitian di sana,” ujarnya.
Diakui Amran, pihaknya sudah menjalin MoU dengan Kemendiktisaintek agar kampus yang ingin mengembangkan komoditas pertanian, termasuk peralatan pertanian bisa langsung menghubungi Kementan.
“Daripada membeli produk-produk dari luar negeri, kita harus bangga dengan produk-produk buatan kita. Kalau triple helix dijalankan dengan baik—pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pengusaha, kemudian akademisi sebagai pencipta inovasi baru—negara ini akan kuat, sangat kuat,” jelasnya.
Untuk pengembangan itu, Amran mengaku bisa saja melibatkan mahasiswa. Nantinya kata Amran, mahasiswa bisa magang selama minimal empat bulan yang bisa dikonversikan dengan SKS (sistem kredit semester). “Kalau dengan Unesa, terserah Rektor akan dikonversikan berapa SKS-nya,” tandasnya.
Selain itu Kementan punya program bernama Brigade Pangan. Satu grup terdiri dari 15 orang yang nantinya mengelola 200 hektare pertanian. Nilainya sekitar Rp3 miliar, tetapi bukan dalam bentuk uang. Namun dalam bentuk traktor, benih gratis, dan kebutuhan lainnya.
“Harapan kami, mereka menjadi pengusaha yang tangguh. Insyaallah, kalau kami berikan combine, pendapatannya bisa minimal Rp2 juta per hari. Kalau Rp2 juta berarti Rp60 juta per bulan. Itu gaji menteri cuma Rp19 juta,” jelasnya.
Brigade pangan sendiri nantinya akan menjadikan pertanian sebagai profesi strategis. Bertani bukan lagi harus menggunakan tenaga ekstra karena nantinya semua dikerjakan dengan alat canggih. “Menuju pertanian modern dengan alat yang lebih canggih,” tukasnya.
“Sehingga Field index-nya bisa naik dua sampai tiga kali. Yang tadinya satu kali menjadi tiga kali. Kemudian produktivitas naik dan biayanya bisa turun sampai 60 persen. Itulah pertanian modern,” tandasnya.
Kehadiran Amran di Unesa juga untuk memberikan pidato dan semangat bagi para wisudawan yang digelar di Graha Unesa, Rabu (12/8/2026). Amran pun meminta para mahasiswa untuk terus berjuang untuk menjadi yang terbaik. lis