
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan penjualan mobil domestik mampu melampaui 850.000 unit hingga akhir tahun, sekaligus merebut kembali peringkat pertama pasar otomotif di kawasan Asia Tenggara dari Malaysia.
Hal tersebut disampaikan Wamenperin Faisol Riza saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan secara wholesale periode Januari hingga Juli 2026 berhasil mencatatkan angka 517.000 unit. Hasil ini tumbuh 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan ritel tercatat naik 12,3 persen menjadi 511.000 unit.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh lonjakan signifikan pada Juli 2026, di mana penjualan wholesale menembus 81.000 unit atau naik 4,5 persen dari Juni 2026 dan melonjak 33,3 persen jika dibandingkan Juli tahun lalu.
“Koordinasi erat antara pemerintah dan pengurus Gaikindo yang dipimpin Ketua Umum Putu Juli Ardika diharapkan mampu mendorong tren pertumbuhan ini lebih tinggi lagi hingga mendekati angka psikologis 1 juta unit,” ujarnya.
Kinerja Ekspor dan Penguatan Rantai Pasok
Selain pasar domestik, kinerja ekspor sektor otomotif juga menunjukkan performa memuaskan. Pada periode Januari–Juli 2026, ekspor kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU) mencapai 293.000 unit atau tumbuh 3,5 persen secara tahunan (year-on-year).
Ekspor dalam bentuk terurai (Completely Knocked Down/CKD) turut melonjak 36,5 persen mencapai 48.000 set, sedangkan ekspor komponen melesat 44,8 persen dengan volume menembus 112 juta item. Di saat yang sama, angka impor kendaraan utuh berhasil ditekan hingga turun sebesar 46,7 persen.
Menurut Wamenperin, pergeseran data tersebut membuktikan transformasi industri Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi basis produksi strategis di rantai nilai global.
Penjualan Mobil Ramah Lingkungan Melonjak
Pasar kendaraan ramah lingkungan (new energy vehicle) juga mengalami peningkatan signifikan.Sepanjang Januari–Juli 2026, penjualan mobil hibrida (hybrid) secara wholesale mencapai 50.000 unit atau naik 43,6 persen. Khusus bulan Juli saja, penjualannya menyentuh 8.000 unit (naik 27,9 persen).
Pertumbuhan lebih tajam terjadi pada segmen kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).Penjualan BEV periode Januari–Juli 2026 melonjak 88,6 persen menjadi 83.000 unit, dengan penjualan bulan Juli mencapai 14.000 unit (melonjak 139,7 persen).
Secara akumulatif, penguasaan pasar (market share) gabungan mobil hibrida dan BEV hingga Juli 2026 telah menembus 27,3 persen, naik pesat dibandingkan posisi tahun lalu yang tercatat 18,6 persen.
Capaian tersebut dipicu oleh efektivitas skema dukungan pemerintah, termasuk program Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah (LCEV) yang berjalan sejak 2021. Hingga saat ini, program LCEV diikuti oleh 18 perusahaan dengan total komitmen investasi Rp30,67 triliun dan realisasi mencapai Rp5,73 triliun.
Program ini juga melipatgandakan partisipasi komponen lokal lewat keterlibatan 322 perusahaan pemasok dalam negeri (naik 127 persen sejak awal diluncurkan).
GIIAS Surabaya Barometer Otomotif Regional
Menutup sambutannya, Faisol Riza menegaskan ajang GIIAS Surabaya 2026 bukan sekadar pameran dagang, melainkan barometer kesehatan industri otomotif nasional.
Penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2026 menghadirkan 37 merek kendaraan—terdiri dari 27 merek kendaraan penumpang dan komersial serta 10 merek sepeda motor—serta disokong oleh 25 merek industri pendukung. Kemenperin berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis industri otomotif guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan Jawa Timur secara berkelanjutan. ril/lis





































