Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian Zakiyudin (tengah) bersama beberapa pihak saat melihat pameran mesin-mesin industri di Surabaya, Rabu (2/10). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, erupaya mendorong lembaga riset untuk terus berinovasi.

Dengan inovasi itu, akan ada investor yang tertarik untuk membeli lisensi atas hasil penelitiannya.

Termasuk riset teknologi dalam menciptakan alat-alat pertanian, mengingat Indonesia adalah negara agraris dan target pada 2045, Indonesia menjadi lumbung padi dunia.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian Zakiyudin di sela pameran Industrial Energi, Powermax 2019 dan Smart Agri 2019 Exhibition dan Conference di Surabaya, Rabu (2/10).

“Sudah mulai banyak sekarang inovasi riset yang dilakukan. Dalam bidang pertanian juga harus terus ditingkatkan. Misalnya ada drone yang bisa menyebar benih sekaligus pupuk dalam sekali tebar. Jadi lebih efisien,” ujar Zakiyudin.

Inovasi-inovasi itu berbagai macam. Pemerintah kata Zakiyudin berupaya untuk mendorong agar inovasi riset ini bisa diproduksi secara komersial. Dengan menarik calon-calon investor agar mau membiayai produksi massal tersebut.

“Nanti kita dari Kemenperin yang aakan membuat standarisasinya, agar memiliki acuan kualitas produk, termasuk bahan bakunya,” tukas Zakiyudin.

Konsep ini akan menarik para peneliti. Apalagi dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berisi tentang lembaga riset yang boleh melakukan kerjasama dengan industri untuk menjual lisensi dan mendapat royalti atas hasil karya risetnya.

“Kalau dulu yang dapat royalti hanya lembaga penelitiannya. Sekarang peneliti juga dapat. Bisa mencapai 40 persen. Jadi ini bisa memacu peneliti untuk terus melakukan riset dan nantinya bisa dijual ke industri,” ungkapnya.

Kemenperin, kata Zakiyudin juga berupaya untuk memfasilitasi para peneliti ini agar bisa bertemu dengan industri. “Salah satunya dengan cara forum diskusi, pameran. Karena itu merupakan ajang yang baik untuk bisa saling bekerja sama,” tukasnya.

Pameran Industrial Energy, Powermax 2019 dan Smart Agri 2019 ini akan digelar hingga Sabtu (4/10) mendatang. Ada banyak alat-alat untuk pertanian, perkebunan, ketenagalistrikan dan sebagainya yang dipamerkan di ajang ini.

Ketua Penyelenggara dari PT Myexpo Kreasi Indonesia, Muhammad Sofie Abdul Hasan mengatakan di ajang ini akan menghadirkan project owner dalam negeri serta investor dari local dan internasional.

Juga para eksportir produsen, Menghadirkan buyer dari luar negeri untuk dapat memanfaatkan produk dalam negeri. Menghadirkan lembaga keuangan serta mempertemukan project owner dengan calon investor  dan mempertemukan produsen dalam negeri dengan calon buyer dari luar negeri.

“Jadi nanti akan ada saling sinergi yang kuat demi meningkatkan produktivitas,” ungkapnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry