Wamenkes, dr Benjamin bersama Dekan FK Unair, Prof Eighty Mardiyan Kurniawati bertemu dengan mahasiswa, Kamis (21/5/2026). DUTA/endang
SURABAYA | duta.co  – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengevaluasi program Internship (magang) untuk para lulusan dokter.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus, SpP(K) saat menyapa para mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga (Unair), Kamis (21/5/2016).

Wamenkes mengatakan program intership kedokteran yang sudah berlangsung lebih dari 15 tahun itu perlu dievaluasi. “Boleh dong kita evaluasi karena ini sudah 15 tahun, apa dampaknya, apa kekurangannya, apa kelebihannya,” katanya.

Diakui dr Benjamin, evaluasi ini tidak akan dilakukan Kemenkes sendiri, melainkan akan melibatkan banyak pihak, dunia pendidikan misalnya dengan FK, dengan guru-guru besar yang bersama-sama akan membahas masalah ini. “Sangat luas cakupannya dan nanti disampaikan secara komprehensif,” ungkapnya.

Wamenkes menegaskan, Kemenkes punya banyak ide untuk program magang kedokteran ini. Dia menjelaskan zaman dirinya menjadi dokter dulu, semua program dan pembelajaran dituntaskan. Ketika lulus sarjana kedokteran dan lulus profesi dokter, langsung siap diterjunkan ke masyarakat melalui program PTT (pegawai tidak tetap) di puskesmas atau di rumah sakit.

“Sementara saat ini, sudah lulus profesi, harus internship ke puskesmas atau rumah sakit selama setahun, untuk dilatih keterampilan di bawah bimbingan senior. Semua ada bagusnya asalkan fungsi pengawasan, pengajaran, yang semuanya dipantau, supaya sesuai dengan yang dirancang,” jelasnya

Dikatakan dr Benjamin, jika internship itu dilakukan di puskesmas atau rumah sakit di kota, tidak akan menjadi masalah karena pengawasan lebih mudah, dan tenaga ahli yang mengawasi sangat banyak.

“Masalahnya kalau di desa, itu yang dikhawatirkan. Seperti kasusnya dokter Myta yang internship di Jambi sampai meninggal,” katanya.

Dokter Benjamin juga mengatakan evaluasi ini juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para dokter yang sedang melakukan magang di daerah. Apalagi, kebanyakan dokter sekarang adalah perempuan.

“Termasuk masalah tempat tinggal bagi dokter yang mengabdi di daerah. Nanti kita akan evaluasi semua itu,” tambahnya.

Kunjungan Wamenkes ke FK Unair itu disambut Dekan Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG, Wakil Rektor Unair, Prof Dr dr Miftahussurur, SpPD.

Dekan Prof Eighty mengaku senang dengan kunjungan Wamenkes ke FK Unair. Wamenkes diajak berkeliling melihat fasilitas yang ada khususnya untuk pembelajaran para mahasiswa FK Unair.

Dari diskusi dengan Wamenkes, dibahas tentang berbagai hal khususnya tentang pengembangan keilmuan dan penelitian sampai hilirisasi tentang pemeriksaan tuberkulosis hingga tatalaksananya. “Kita akan lakukan kolaborasi riset perguruan tinggi,” tandasnya. ril/lis
Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry