
SURABAYA | duta.co – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya memperkuat pelaksanaan program unggulan Madrasah Cinta Al-Qur’an dengan menyiapkan 206 munaqis atau penguji kompetensi siswa. Program ini menyasar peserta didik mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Program Madrasah Cinta Al-Qur’an mencakup tiga bidang utama, yakni tahsin dan qiroah, tahfidzul Qur’an, serta qiroatul kutub atau kemampuan membaca kitab kuning yang dikhususkan bagi siswa tingkat MTs dan MA.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan pembekalan munaqis di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya, Selasa (28/10/2026).
“Alhamdulillah, kita punya program unggulan namanya Madrasah Cinta Al-Qur’an. Jadi, mulai dari RA, MI, MTs, MA, kita sudah merekrut munaqis, orang yang akan menguji para siswa kita dari program tahsin qiroah, kemudian tahfidzul Qur’an. Ada satu program lagi khusus untuk MTs dan MA, yaitu program qiroatul kutub,” ujar Muslim.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendorong siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman keilmuan Islam melalui pembelajaran kitab kuning.
Khusus program qiroatul kutub, Kemenag Surabaya menargetkan siswa yang mengikuti program tersebut memiliki kemampuan membaca kitab kuning ketika menyelesaikan pendidikan di tingkat Madrasah Aliyah.
“Para siswa-siswi yang ikut program ini diharapkan setelah lulus dari Madrasah Aliyah sudah pintar membaca kitab kuning, paling tidak bisa membaca Fathul Qorib,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Kemenag Kota Surabaya menyiapkan sebanyak 206 munaqis untuk jenjang MI, MTs, dan MA. Para penguji tersebut telah dinyatakan lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.
Keberadaan munaqis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program, terutama untuk menguji kemampuan peserta didik sesuai bidang yang diikuti. Dengan demikian, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan kemampuan siswa dapat dinilai melalui proses pengujian.
“Hari ini kita membutuhkan para munaqis kurang lebih 206 semuanya untuk tingkat MI, MTs, dan MA. Mereka adalah orang-orang yang sudah lulus dalam uji kompetensi yang dilakukan oleh Kementerian Agama,” terangnya.
Muslim menegaskan, Madrasah Cinta Al-Qur’an menjadi salah satu program prioritas yang wajib dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh madrasah di Kota Surabaya.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan, Kemenag juga melibatkan para pengawas madrasah. Mereka bertugas melakukan pengawasan langsung guna mengetahui sejauh mana program tersebut diterapkan di masing-masing lembaga pendidikan.
“Ini juga menjadi perhatian prioritas dan wajib, madrasah semuanya harus merasakan ini. Makanya hari ini juga para pengawas dilibatkan agar mereka mengawasi program ini berjalan atau tidak di seluruh madrasah di Kota Surabaya,” tegasnya.
Selain melibatkan tenaga pendidik dan pengawas, Kemenag Surabaya turut meminta dukungan para orang tua atau wali murid. Dukungan keluarga dinilai penting, terutama bagi siswa yang mengikuti kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk menunjang program tersebut.
“Kami juga mohon dukungannya kepada seluruh wali murid bagi siswa-siswi yang ikut program ini agar mendapat dukungan dan perhatian yang lebih dari para orang tua,” katanya.
Muslim berharap, melalui program Madrasah Cinta Al-Qur’an, para siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, menghafal Al-Qur’an, dan memahami kitab kuning, tetapi juga menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an dan kemampuan membaca kitab kuning diharapkan dapat membantu siswa membangun karakter serta mengendalikan diri ketika menghadapi berbagai tantangan di era digital.
“Saya meyakini bahwa siswa-siswi yang dekat dengan Al-Qur’an, bisa baca kitab, itu akan lebih mampu menjaga dirinya, mengendalikan dirinya di era dunia digital ini. Insya Allah akan lebih baik, akan lebih terjaga,” pungkasnya. (gal)







































