PASURUAN | duta.co – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan maksanakan monitoring dan evaluasi Kepala dan Guru Sertifikasi IGRA Kecamatan Gempol, Pandaan dan Prigen, bertempat di RM. Pak Majid, Durensewu Pandaan, Selasa, (16/9/25).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Machsun Zain, S.Ag, M.Si., Kasi Pendma, H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd., Pengawas Madrasah, Ririn Masyhuriyah, M.Pd., Ketua IGRA Kecamtan Gempol, Pandaan dan Prigen, Guru Sergu IGRA tiga kecamatan.

Adapun yang ikut dalam acara tersebut dari Kecamatan Gempol 18 lembaga RA, Kecamatan Pandaan 13 Lembaga RA, Kecamatan Prigen 13 lembaga RA, jumlah guru sergu RA Kecamatan Gempol, Pandaan dan Prigen berjumlah 50 orang.

Dalam Sambutannya, Kasi PendMa, H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd., menuturkan, Monev TPG menjadi suatu keniscayaan berdasarkan regulasi yang ada. Guru RA/Guru Madrasah biasanya merangkap dalam hal mengajar. Yang menjadi masalah bukan merangkapnya, tapi bentuk bantuannya dipastikan tidak ada kerangkapan dalam hal itu.

“Dalam satu semester, guru sergu wajib melakukan pengembangan diri. Tunjangan profesi tidak akan dibayarkan diatas usia 60 tahun, meninggal dunia, cuti alasan penting di atas enam hari, cuti alasan sakit diatas 15 hari, dan tidak masuk tanpa absen (tanpa keterangan) selama tiga hari,” terangnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, H. Machaun Zain, S.Ag, M.Si., tugas guru RA dalam memberikan pendidikan pada anak usia dini (pra MI/SD) sangat mulia, sehingga akan menjadi deposito di akhirat.

“Amaliyah yang telah dilakukan selama ini di RA kelak akan mendapat imbalan mulia tentunya. Tetaplah meng-istiqomahkan dalam niatan amalanku adalah ibadahku bagi guru. Guru tidak sekadar bertugas menahkodai pembelajaran. Namun, sebagai tenaga pendidik, seyogyanya terus meningkatkan kompetensi dan pengembangan diri dan ikuti regulasi dalam perkembangan dunia pendidikan,” ujarnnya.

“Guru harus melek IT seiring dengan perkembangan era saat ini. Guru harus cerdas dalam pemanfaatan dunia medsos sebagai wadah pengembangan diri. Meng-istiqomahkan kegiatan-kegiatan baik dari yang kita lakukan,” pungkasnya. (Puj)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry