TABANAN | duta co – Semua warga negara berhak mengunjungi seluruh wilayah Indonesia asalkan dengan tujuan baik. Namun Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno mendapat penolakan saat berkunjung ke Banjar Dinas Pagi, Desa Senganan, Panebel, Tabanan, Bali. Padahal tujuannya kampanye dengan baik untuk memperkenalkan programnya bila bersama Prabowo Subianto nanti terpilih menjadi presiden dan wapres RI.
“Semua tahu Bali kandang banteng. Tapi kampanye yang benar mestinya ya di kandang lawan. Ini kalau iklim demokrasi kita sehat. Mestinya juga tidak menolak, tapi warga tidak usah hadir kalau tidak setuju dengan Sandi. Ini pasti ada yang memprovokasi. Saya salut Sandi juga menghargai sikap warga itu,” kata Abdul Rozak, warga setempat saat ditemui di Tabanan Minggu siang.
Sandiaga sendiri tidak mempermasalahkan mendapat penolakan di kandang PDI Perjuangan tersebut. Setelah berembuk dengan timses, Sandiaga memilih hadir ke lokasi-lokasi yang tak memiliki potensi konflik. Warga di kandang banteng pun masih banyak yang menerima kehadiran Sandiaga.
“Jadi ada surat disampaikan kepada beberapa anggota dari tim pemenangan, setelah kami kaji untuk meminimalisasi tensi, akan ada baik itu konflik atau friksi, lebih baik saya putuskan saya hadir di tempat-tempat yang memang tidak memiliki potensi tersebut,” ujar Sandiaga di Denpasar, Bali, Minggu (24/2/2019).
Penolakan Sandiaga di kandang Banteng itu diketahui melalui surat pernyataan warga Desa Pakraman Pagi. Warga menyatakan sudah sepakat menolak kedatangan Sandiaga dalam kapasitas apapun. Alasannya, mereka ingin situasi desa tetap kondusif.
“Kami warga masyarakat Pagi tidak menginginkan situasi yang tidak kondusif, karena kami sudah sepakat untuk mendukung kandidat/caleg maupun capres dari PDIP, demi kelancaran Pembangunan Desa Pakraman Pagi (Pembangunan Balai Serbaguna),” demikian bunyi petikan surat tersebutm
Surat itu tertanggal 18 Februari 2019 dan diteken Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan, Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera, dan Kelian Banjar Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya. Surat tersebut juga ditembuskan ke Perbekel Senganan, Kapolsek Panebel, dan Arsip.
Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera membenarkan isi surat tersebut. Yastera menyebut, di tahun politik ini, mereka telah menjatuhkan pilihan ke capres-cawapres nomor urut 01.
“Alasan lain kami tidak siap mendatangkan Pak Sandi, karena kami kalau membicarakan ranah politik, kami juga ada yang membantu kebetulan dari kandidat PDI. Maka untuk mengamankan suasana dan melancarkan pembangunan yang sudah kami rencanakan, maka dari itu dalam tahapan ini kami tidak menerima kedatangan Sandiaga Uno,” ujar Yastera kepada wartawan.
Namun tidak semua warga Bali menolak Sandi. Masih banyak yang mendukung Sandi. Bahkan cawapres nomor urut 02 itu disambut meriah di Denpasar. Apalagi Sandiaga mengusulkan pariwisata halal dikembangkan di Pulau Dewata Bali. Dia juga sudah menugaskan tim OK OCE untuk memberikan pelatihan kewirausahaan tentang pariwisata minat khusus itu.
“Kita lihat Jepang sudah mengembangkan, Bangkok sudah mengembangkan, Bali bisa mengembangkan karena saya melihat pangsa pasarnya sangat besar Rp 3.300 triliun dan ini OK OCE membidik juga karena kita kerja sama masyarakat ekonomi syariah. Bali jangan kalah sama Jepang, Bangkok yang sangat serius menggarap pariwisata halal,” ujar Sandiaga di Acara Geber Nasional OK OCE di Denpasar, Bali, Minggu (24/2/2019).
Dia lalu menyontohkan salah satu hotel syariah yang dikunjunginya saat lawatan ke Bali. Sandiaga menyebut tingginya tingkat okupansi hotel syariah itu menunjukkan ada peminat pariwisata minat khusus di Bali.
“Jadi salah satu masukan hotel yang kita datangi hotel syariah itu 90 persen, okupansi ratenya sangat tinggi. Jadi pariwisata khusus seperti ini kayak studi tour, belajar khusus ekosistem ekonomi halal,” terangnya.
Sandiaga menyebut tiap daerah bisa mengembangkan keunikan wisata halal di daerahya. Apalagi menurutnya saat ini wisata halal sedang menjadi tren.
“Sekarang Bangkok, Las Vegas mengubah strategi menarik wisatawannya itu karena model pariwisata model syariah ini diminati. Menurut saya ada segmentasinya sendiri-sendiri. Jadi kalau ada destinasi wisata syariah ekonomi halal menurut saya bisa diminati,” katanya. (dtf/ara)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry