SIMAK: Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputra dan jajaran menyimak cerita para pengungsi dari Wamena di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun. (duta.co/Agoes Basoeki)

MADIUN | duta.co -Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputra lagi-lagi memerintahkan penjemput pengungsi asal Wamena, baik berasal dari Kabupaten Madiun dan lainnya dibawa serta dalam penjemputan. Hal itu, kembali dilakukan saat menjemput 9 pengungsi Wamena di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (17/10/2019).

“Kali ini dijemput sebanyak 9 orang, saat didata 2 orang asal Kabupaten Madiun, sisanya 7 orang asal Kabupaten Ngawi. Saya tetap perintahkan tim penjemputan membawa ke-9 orang pengungsi itu,” ujar Bupati Madiun setiba menerima pengungsi di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (17/10/2019) petang lalu.

Kedatangan pertama lewat Lanud Iswahjudi Kabupaten Magetan, dari 10 pengungsi hanya satu orang asal Kabupaten Madiun, sisanya asal Kabupaten Nganjuk, Sidorajo dan Bangkalan, Madura. Lalu, kedatangan kedua via Bandara Juanda Surabaya dari 9 pengungsi 7 asal Kabupaten Madiun dan 2 pengungsi dari Kabupaten Ponorogo

Kali ini atau penjemputan ketiga di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dari 9 pengungsi asal Kabupaten Madiun hanya 2 pengungsi atau sisanya 7 orang pengungsi asal Kabupaten Ngawi. “Saya tetap perintahkan tim penjemputan, agar semua pengungsi dibawa atau tidak hanya dari Kabupaten Madiun saja” tandas Bupati Madiun lagi

Para pengungsi juga mendapatkan jamuan dan bantuan dari BPBD Kabupaten Madiun, seluruh pengungsi mendapat sama. Dari Dinas Sosial Kabupaten Ngawi hadir di Pendopo Muda Graha, mereka diterima Bupati Madiun dan jajaran. Pengungsi menceritakan berbagai kejadian mereka alami saat kejadian, dipengungsian hingga perjalanan naik kapal laut.

Mendengar cerita itu, Bupati Madiun meminta mereka untuk menghapus kenangan buruk, menghapus berbagai foto diponsel dan meminta sabar serta tawakal.

“Saya minta agar video dan foto-foto saat kejadian di Wamena itu dihapus, sekaligus menghilangkan berbagai rasa terus berkecamuk dalam dir. Tabah, tawakal, kuat dan bangkit, dari Kabupaten Madiun jika ningin kembali ke Wamena, kami siap fasilitasi,” ujarnya.

Mendengar itu, Wasis asal Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, mengaku masih pikir-pikir dulu untuk kembali ke Wamena. “Saya terima kasih banyak mendapat penjemputan hingga difasilitasi jika balik nanti. Saya masih ingin menata diri dulu,” ujarnya. (ags)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry