Tomi Widianto, ketua RT 44 RW 06 Jatisari, Magersari, Kamis, (13/1/22). (FT//LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Masalah PK5 di Sidoarjo, tepatnya di Magersari, yang sudah ramai dibicarakan bahkan ditulis media, tampaknya tidak ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Hal ini disampaikan Tomi Widianto, Ketua RT 44 RW 06 Jatisari, Magersari.

Ia mengaku sudah bersurat kepada Pemkab maupun Bupati, Ketua Dewan, dan Satpol PP jauh hari sebelumnya. Tomi mengatakan, terkait PK5 di sepanjang jalan Ponti, Pemerintah tampak belum turun tangan.

“Terbukti surat warga yang ditandatangani Ketua RT dan Ketua RW tidak ada respon dari Bupati maupun DPRD Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Tomi kepada duta saat ditemui, Kamis, (13/1/22).

Ia menyayangkan pemerintah maupun dinas terkait, baik Satpol PP maupun pihak Kecamatan, yang tidak merespon keluhan warga tersebut. “Kami tidak ingin hal ini berlarut-larut terlalu lama, karena sangat mengganggu jalan warga di tiap Minggu,” tegas Tomi.

Perlu diketahui, warga melalui ketua RT dan Ketua RW sudah berkirim surat namun hingga saat ini para PK5 tetap beraktivitas dan membuntu jalan warga. Oleh sebab itu, jalan masuk ke Perum Jatisari RT 44 RW 6 Magersari, Kecamatan Sidoarjo, tiap Minggunya tertutup lapak pedagang yang kebanyakan membawa mobil.

Terlebih lagi, lanjut Tomi, yang sangat disayangkan yakni kebanyakan penjualnya (para pedagang) bukan warga Magersari, namun warga luar dan ada kemungkinan pedagang yang tidak ber-KTP di Magersari.

“Kami mewakili warga Jatisari berharap ada pertemuan dan mencarikan solusi agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Tomi.

Selaku ketua RT 44 RW 06, Tomi kerap kali ditanya warga dan ia masih belum bisa memberikan jawaban atas keluhan warga. “Bahkan, surat yang sudah dilayangkan dan juga dibantu oleh media, terkesan ada pembiaran atau tidak adanya ketegasan pihak terkait,” tutup Tomi yang sangat menyayangkan hal ini. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry