JOMBANG | duta.co — Jika tidak ada aral melintang, insyaAllah Sabtu (29/8/2026) ada Lesehan Nahdliyin di Pesantren Al Mimbar, Sambongdukuh, (sebelah selatan berlangsungnya) Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

“Muktamar NU ke-35 sejatinya adalah momentum menentukan peta jalan khidmat yang sakral, namun riuhnya forum formal belakangan ini sering kali terjebak dalam perdebatan yang itu-itu saja,” demikian Dr Aguk Irawan MN dalam flayernya terbaca duta.co.

Menurutnya, ketika panggung utama habis dikuras oleh polemik perebutan kekuasaan—tentang siapa dengan jabatan apa—ruh perjuangan jam’iyyah justru berisiko kehilangan arah. “Kita tidak boleh membiarkan energi besar ini menyublim dalam ambisi politik pragmatis yang berjarak dari jerit terdalam warga di akar rumput,” jelasnya.

Ia mengajak nahdliyin keluar dari zona ego. “Mari melangkah keluar dari lingkaran ego tersebut dan bergabung dalam Forum Kultural Nahdliyin “En-U-Nesia”. Di ruang reflektif ini, kita tidak sedang mengejar jabatan, melainkan merajut Peta Jalan NU Abad Kedua,” tambahnya.

Ini, lanjutnya, adalah ikhtiar kultural untuk mengembalikan khittah perjuangan ulama, tempat di mana gagasan besar diuji bukan dengan palu sidang, melainkan dengan ketajaman nurani dan kedalaman sanubari demi masa depan umat.

“Forum ini hadir untuk mengetuk kesadaran kita semua tentang tiga pilar krusial yang kerap terabaikan: ekonomi umat yang mandiri, kebudayaan yang memanusiakan, dan ekologi demi keselamatan semesta,” tegasnya.

Di sini, ujarnya, kita bisa bicara tentang bagaimana pesantren menjadi benteng pelestari alam dan bagaimana kedaulatan ekonomi warga nahdliyin ditegakkan. “Mari suarakan kebenaran dari pinggiran, merawat semesta dengan welas asih, dan memastikan NU abad kedua tetap menjadi rahmat bagi sekalian alam,” pungkasnya. (*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry