Sumarsono kepala dinas pendidikan Kabupaten Ngawi. (mifta/duta.co)

NGAWI | duta.co – Kekurangan guru kelas, guru olaraga dan guru agama di SMPN dan SDN se-Kabupaten Ngawi, segera ditindaklanuti Dinas Pendidikan daerah setempat, untuk melakukan evaluasi serta pendataan ulang, khususnya pada guru tenaga didik non pegawai negeri sipil (PNS) yang ada ditiap-tiap sekolah tersebut.

Hal itu dikarenakan banyaknya guru PNS yang sudah purna tugas, sehingga untuk mengisi kekosongan itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi memberdayakan para guru non PNS yang ada di masing-masing sekolah agar dapat melanjutkan tugas para guru yang sudah purna tugas.

“Kita sudah melakukan evaluasi dan pendataan pada sekolah-sekolah, terutama yang kekurangan guru kelas, guru olaraga dan guru agama, semuanya sudah kita data,” terang Sumarsono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi.

Sumarsono juga mengatakan, selain memberdayakan para guru non PNS, pihaknya juga sudah membuat konsep tentang kesejahteraan bagi guru non PNS, namun hal itu masih belum disampaikannya pada Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, mengingat masih dalam kajian penyempurnaan.

“Perencanaannya sudah kita buat untuk kesejahteraan bagi para guru non PNS, dan sudah kita hitung semua, minimal Rp350 ribu dan maksimal Rp1 juta per bulan, namun belum kita sampaikan pada Bapak Bupati Ngawi karena masih perlu penyempurnaan,” jelas Sumarsono pada duta.co. Jumat, (10/12/2021)

Menariknya dalam hal ini, khusus untuk guru agama pihak Dinas Pendidikan berencana merekrut ustadz dan ustadzah kampung yang biasa mengajar di TPA atau TPQ, harapannya sekolah juga dapat bernuasa religius, berakhlaq, bermartabat dan berbudi pekerti.

“Rencanannya untuk guru agama non PNS kita rekrut dari guru ngaji TPA atau TPQ kampung yang punya kompetensi, dan terkait hal itu kita juga sudah koordinasi dengan ketua PCNU Ngawi, namun belum kita sampaikan pada Bapak Bupati Ngawi,” ujarnya.

Selain itu, Ia mengatakan, bagi siapa saja yang ingin melamar menjadi guru agama khususnya di SDN, apabila lamarannya tidak diterima atau ditolak oleh kepala sekolahnya, Sumarsono mempersilahkan agar segera bertemu dengannya secara langsung.

Bahkan, melalui kuliah terbuka dibeberapa perguruan tinggi di Kabupaten Ngawi, Sumarsono juga berharap pada mahasiswa lulusan agar mau melamar menjadi guru tenaga pendidik non PNS, dan Dinas Pendidikan siap menerimanya.mif

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry