Kadinsos Jombang, Hari Purnomo.

JOMBANG | duta.co – Carut-marut atas penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) yang ada di Kabupaten Jombang, kini mendapat atensi khusus dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari). Pasalnya, usai melakukan monitoring di beberapa kecamatan terkait komiditi BPNT, pihak Kejari menemukan beberapa bahan komoditi yang kualitasnya buruk. Alhasil, pihak Kejari akhirnya memanggil para supliyer BPNT.

Para supplier ini dikumpulkan di kantor dinas sosial, untuk diberikan pengarahan dan teguran oleh pihak Kejari melalui Kasi Intel. Sebab, dalam penyaluran BPNT yang dilakukannya, belum memenuhi kriteria yang ada atau bahan komoditi masih ada yang tak layak konsumsi. Selain itu, ke depan bukan tidak mungkin pihaknya akan mengusut potensi atau dugaan kerugian negara.

“Hari Kamis (16/4) lalu, kita melakukan pemantuan penyaluran BPNT di beberapa Kecamatan. Dalam pemantuan di wilayah Bandar kedungmulyo dan Ngoro, ditemukan beberapa komoditi BPNT kualitas kurang bagus, yakni kentang dan tempe,” kata Andhi Subangun, Kasi Intel Kejari Jombang, saat dikonfirmasi, pada Selasa (20/4/2021).

Dijelaskan, dalam kasus tersebut pihak Kejari Jombang, terus akan menggali dan mempelajari temuan yang ada. Ditambah lagi, dalam rangka pemulihan ekomoni, pihak aparat penegak hukum (APH), khususnya Kejari akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan bantuan yang disalurkan agar tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan. Artinya, pihak Kejari akan memberikan atensi khusus terkait masalah tersebut.

“Temuan lagi kita pelajari dan tampung, serta kita catat untuk bahan kita,” jelasnya.

Andi berharap, ke depan agar bantuan yang disalurkan khususnya BPNT, agar lebih baik lagi. Selain itu, pihaknya juga tak segan-segan akan menindak tegas jika ditemukan penyimpangan ataupun komoditi BPNT masih dengan kualitas kurang baik.

“Saya berharap ke depannnya akan lebih baik, yakni tepat sasaran, tepat waktu dan kualitasnya baik. Dan saya akan menindak tegas, jika masih ditemukan lagi,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Hari Purnomo, membenarkan adanya supliyer yang dikumpulkan untuk diberi pengarahan. “Betul, hari ini dengan teman-teman supliyer terkait dengan BPNT,” pungkasnya. (dit) 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry