PAPARAN. Ning Ita saat memaparkan 9 Tatanan Kota Sehat dalam Verifikasi Lanjutan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2025. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co – Kota Mojokerto telah meraih Swasti Saba Padapa dan Swasti Saba Wiwerda pada ajang bergengsi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional. Kini kota onde-onde ini tengah mengejar untuk naik ke kasta tertinggi dengan merebut penghargaan sebagai predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara.

Dalam rangka tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara langsung membeberkan Sembilan Tatanan Kota Sehat dalam Verifikasi Lanjutan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2025 yang dilakukan secara virtual di Sabha Mandala Madya, Rabu (20/8/2025).

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini membeberkan, pada Tatanan Satu, yakni Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, capaian harapan hidup di Kota Mojokerto naik dari tahun ke tahun. Tahun 2023 di angka 75,8 tahun dan tahun 2024 meningkat menjadi 75,99 tahun.

“Imunisasi, stunting, dan SPM (Standar Pelayanan Minimal) di bidang kesehatan kami mendapatkan empat penghargaan di tahun 2023 dan enam penghargaan di tahun 2024,” ujarnya.

Pada tatanan dua, yakni Tatanan Permukiman dan Fasilitas Umum, capaian di Kota Mojokerto sudut ada pengurangan sampah. Di tahun 2023 mencapai 15,89% dan pada tahun 2024 meningkat menjadi 19,46%.

“Terkait tatanan tiga, Tatanan Satuan Pendidikan, capaiannya di tahun 2020 hingga 2024 indeks pembangunan manusia mengalami peningkatan yang graduatif dan Sekolah Adiwiyata sudah 87 dari 105 sekolah. Penghargaan yang diterima berupa Kota Layak Anak Kategori Nindya dan Adiwiyata Mandiri,” jelasnya.

Sedangkan terkait tatanan empat, yakni Tatanan Pasar, capaian untuk regulasi pasar sehat, nilai KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) di pasar juga, kawasan tanpa asap rokok, dan prosentase pasar dengan fasilitas kesehatan sudah 100%.

“Untuk tatanan ke lima, Tatanan Perkantoran dan Industri, capaian IKN di aplikasi SIINas tahun 2023 sebesar 110 dan di tahun 2024 menjadi 100. Indikator kecelakaan kerja menurun,” katanya.

Untuk tatanan ke enam, Tatanan Pariwisata, Kota Mojokerto sudah memiliki SLS (Sertifikat Layak Sehat) Akomodasi Tahun 2024 yang meningkat menjadi 27%. Sedangkan daya tarik wisata yang menerapkan inklusif sudah 100%.

“Untuk tatanan ke tujuh, Tatanan Trasportasi dan Tertib Lalu Lintas, angka kecelakaan menurun, jalur sepeda bertambah, terminal sehat mencapai 93,12%, JOSS tahun 2024 bertambah menjadi empat titik, dan pemeriksaan NAPZA pengemudi sudah dilakukan dua kali. Penghargaan yang diterima adalah WTN sebanyak 15 kali berturut-turut,” paparnya.

Pada tatanan delapan, Tatanan Perlindungan Sosial, SPM meningkat, angka kemiskinan menurun, tingkat pengangguran terbuka juga menurun, dan angka kriminalitas juga menurun.

“Dan tatanan ke sembilan, Tatanan Pencegahan dan Penangulangan Bencana, telah terbentuk kajian resiko bencana, rencana dokumen penanggulangan bencana, dan dokumen rencana peringatan dini bencana,” pungkasnya.

Agenda tersebut juga dihadiri pejabat setempat, mulai lurah hingga Sekda Wakil Wali Kota. Juga dihadiri sejumlah elemen masyarakat. (ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry