COVID : PAN bersama NasDem merupakan pengusung pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Ada hal kembali menarik di luar akal logika terkait kasus wabah pandemi Covid-19 di Kota Kediri, dimana pada Jumat (10/07) terdapat penambahan 12 kasus positif. Dimana 9 kasus diantaranya merupakan penambahan dari kegiatan Persekutuan Doa digelar di Klinik EL SHADAI, Jl. Mangga Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota. Pernyataan ini disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam bentuk video vlog-nya diupload di akun instagram miliknya.

Bahwa Kota Kediri dikenal sebagai kota tua, sesuatu hal pun dianggap ganjil bukanlah hal yang mustahil bagi warganya. Seperti seiring dengan diberhentikannya almarhumah Hj. Lilik Muhibbah dari jabatan Wakil Wali Kota Kediri, melalui Sidang Paripurna DPRD Kota Kediri. Kemudian dibarengi dengan bertambahnya jumlah kasus positif yang jumlahnya cukup banyak setelah sebelumnya sempat dinyatakan berstatus kuning.

Jumlah diumumkan wali kota yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Covid019 Kota Kediri sebanyak 12 kasus. Uniknya, angka ini memiliki kesamaan dengan nomor urut Partai Amanat Nasional (PAN) telah ditetapkan KPU RI. “Waduh kok terus bertambah ya,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Katino, saat diberitahu ada penambahan jumlah kasus.

Apakah ada hubungannya antara jumlah kasus dengan nomor urut PAN? Sepertinya halnya, wali kota pernah melarang umat Islam agar tidak menjalankan ibadah Salat Tarawih saat Bulan Ramadhan. Kemudian kemarin terjadi kasus baru penularan dari acara persekutuan doa. “Kediri memang ngeri, semoga ini bukan balak, atas janji suci pernah terucap namun tidak komitmen,” ucap Mbah Blangkon, salah satu tokoh supranatural menyikapi hal ini. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry