Ahmad Syafiq Kamil – Dosen Sistem Informasi

BEBERAPA tahun yang lalu Kecerdasan Buatan (dalam bahasa Inggris: Artificial Intelligence, disingkat AI) masih dianggap guyonan, banyak yang menganggap AI adalah sebuah hal yang mustahil.

Kini AI bahkan menjadi sebuah trend dan pionir teknologi dimana-mana. Ai pun menjadi kata kunci di semua teknologi terkini.

Mendengar kata AI kita seolah olah diingatkan dengan berbagai file sains fiksi seperti terminator dimana ada banyak robot yang dapat berpikir seolah-olah manusia.

Kecerdasan buatan adalah sebuah kercedasan yang dimiliki oleh selain makhluk hidup atau lebih tepatnya sebuah kecerdasan yang ditambahkan oleh manusia ke dalam sebuah sistem teknologi dimana kecerdasan tersebut diatur dan dikembangkan dalam konteks ilmiah, atau sebuah entitas kecerdasan baru.

Menurut John Mccarthy, 1956 Kecerdasan buatan adalah usaha memodelkan proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia.

Ai tidak hanya berbentuk robot, terdapat 3 jenis AI yaitu Symbol-manipulating AI, Neural AI, dan Neural Networks. Symbol-manipulating AI adalah AI yang bekerja dengan symbol abstrak, Inti eksperimennya adalah manusia direkonstruksi pada tingkat yang hierarkis dan logis.

 Informasinya diproses dari atas, lalu bekerjanya dengan simbol yang dapat dibaca manusia/si pengembang, koneksinya abstrak dan hasil simpulannya logis. Neural AI adalah jenis AI yang popular di kalangan ilmuwan komputer pada akhir 80-an.

Dengan Neural AI, pengetahuan tidak direpresentasikan lewat simbol, tetapi lebih ke neuron buatan dan koneksinya ⎼ semacam otak yang direkonstruksi.

Pengetahuan yang terkumpul nantinya dipecah menjadi bagian-bagian kecil (disebut neuron) dan kemudian dihubungkan serta dibangun menjadi kelompok-kelompok.

Nah, pendekatan ini dikenal sebagai metode bottom-up yang bekerja dari bawah. Tidak seperti Symbol-manipulating AI yang pertama penulis jelaskan.

Jadi, sistem sarafnya harus dilatih dan distimulasi supaya jaringan saraf bisa mengumpulkan pengalaman dan tumbuh supaya bisa mengumpulkan pengetahuan yang lebih besar.

Neural Networks diatur ke dalam lapisan yang terhubung satu sama lain lewat simulasi. Lapisan paling atas adalah lapisan input, yang fungsinya seperti sensor.

Sensor yang dimaksud adalah penerima informasi yang akan memproses dan meneruskannya ke sistem.

Ada setidaknya dua sistem — atau lebih dari dua puluh lapisan dalam sistem besar — lapisan yang tersusun secara hierarkis.

Lapisan-lapisan itu yang mengirim dan mengklasifikasikan informasi lewat koneksi. Di bagian paling bawah adalah lapisan output, yang umumnya sih punya jumlah neuron buatan paling sedikit.

Manfaat adanya Kecerdasan adalah untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan suatu masalah, yang mana masalah tersebut juga dapat diselesaikan oleh manusia.

Misalnya pencarian tempat, bidang bisnis, rumah tangga dan dapat meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis computer.

Di industri ekonomi dan keuangan, AI membantu di berbagai hal seperti investasi keuangan, pencataan keuangan, jual beli saham, penipuan dan kriminalisasi di bank, dan lain-lain.

Di dunia penerbangan, AI digunakan untuk mensimulasikan penerbangan sehingga pilot bisa diasisteni dengan memberikan informasi pergerakan yang terbaik, informasi keadaan udara dan tekanan, dan lain-lain.

Di dalam dunia pendidikan, tutor robot telah diperkenalkan di kelas untuk mengajar anak-anak mulai dari pelajaran biologi sampai dengan ilmu komputer, meskipun hal ini belum banyak dilakukan.

Machine learning pada AI digunakan untuk menilai hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki pada masing-masing siswa dalam proses belajarnya.

Di bidang industri, robot sering dijumpai untuk menggantikan manusia, terutama dalam pekerjaan yang repetitif (berulang-ulang), seperti adanya mesin-mesin otomatis di pabrik-pabrik yang membantu proses produksi sebuah produk. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.