Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala DKP Happy Dwi Prastiawan, Camat Prajuritkulon Hekamarta Fanani, dan narasumber Asih. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO  | duta.co – Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto menggandeng Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mojokerto menggelar inkubasi wirausaha di bidang perikanan, peternakan, dan pertanian. Inkubasi digelar di kantor Kecamatan Prajuritkulon selama tiga hari, tanggal 25, 29, dan 30 November 2021.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sambutannya, Selasa (30/11/2021) mengatakan, kota Mojokerto tidak memiliki lahan yang luas untuk pertanian. Hanya 1 atau 2 orang saja yang petani sungguhan dengan lahan pertanian hektaran.

“Namun ada ratusan masyarakat Kota Mojokerto, khususnya kaum perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), yang memiliki gerakan yang sama untuk bertanam membudidayakan tanaman untuk kebutuhan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di Kota Mojokerto ini. Gerakan yang sangat bagus,” ujarnya.

Kalau berbicara swasembada beras, lanjut Ika, itu tidak mungkin dilakukan di Kota Mojokerto karena lahan pangan berkelanjutan di kota Mojokerto jumlahnya sangat teterbatas. Sehingga hasil pertanian beras di kota Mojokerto tidak mungkin digunakan untuk memenuhi seluruh warga.

Namun, lanjutnya, jika warga butuh beras, tersedia dengan cukup sehingga tidak kesulitan mendapatkan beras. “Artinya ketahanan pangan di Kota Mojokerto sebenarnya sangat tersedia untuk bahan pokok,” imbuhnya.

Gerakan yang mendapat apresiasi dan layak adalah kemauan para anggota untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk bertanam dan budidaya secara berkelanjutan secara terus menerus. “Kalau dilakukan secara terus-menerus, secara masif, tidak hanya menambah perekonomian keluarga tapi juga membantu penghijauan karena keterbatasan lahan di Kota Mojokerto,” katanya.

Kemudian gerakan bersama-sama ini merupakan salah satu bentuk produktifitas warga karena tidak ada warga yang menganggur di Kota Mojokerto. “Sambil momong anak, melakukan kegiatan kelompok usaha dalam ketahanan pangan karena lokasinya di lingkungan pekarangan,” katanya.

Gerakan ini bisa dipublikasikan secara luas. “Maka saya yakin, saya optimis akan ada banyak yang datang ke sini untuk melihat secara langsung. Apa lagi kampung-kampung di setiap kelurahan ketika ada kunjungan orang ke sini  kita arahkan kepada kota pariwisata,”

Sementara itu, Camat Prajuritkulon Hekamarta Fanani mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan dampak perekonomian akibat pandemi covid 19 melalui inkubasi wirausaha.

Tujuannya, memberdayakan masyarakat untuk memiliki kemandirian ekonomi melalui inkubasi wirausaha. Selain itu, menciptakan wirausaha baru yang bisa meningkatkan dan membangkitkan perekonomian khususnya di Kota Mojokerto

“Peserta inkubasi Wirausaha di Kecamatan Prajuritkulon bidang Perikanan, sebanyak 18 Kelompok, dengan total 128 Ruta. Bidang Peternakan, sebanyak 14 Kelompok, dengan total 112 Ruta. Bidang Pertanian, sebanyak  69 Ruta,” pungkasnya. (ywd)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry