Arief Andy Soebroto ST M Kom saat memberikan pemaparan materinya. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Definisi Smart City saat ini masih rancu, siapakah yang diusung kecerdasnya, apakah tata kelola pemerintahannya yang harus canggih, atau fasilitas umum yang serba modern, atau budaya masyarakatnya yang kekinian?

Hal tersebut diungkapkan Arief Andy Soebroto ST M Kom narasumber peresmian Digital Talent di Fakultas Ilmu Komunikasi (Filkom) jurusan Teknik Informatika Universitas Brawijaya (UB), Kamis (21/02/2019).

Menurutnya, Smart City sejatinya ialah Interkoneksi antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Ia pun kemudian contohkan perihal pembuatan akte kelahiran yang saat ini pengurusannya masih melalui proses panjang.

“Padahal sebetulnya cukup NIK kedua orangtua yang dilihat di Interconeted antar dinas yang terhubung. Sebetulnya itu sudah cukup, tanpa harus yang bersangkutan mendaftar ke berbagai dinas terkait,”.

Ditambahkan oleh Tri A Kurianawan yang merupakan Ketua Jurusan Filkom UB, bahwa masuk era informasi ini menutut pengelolaan banyak informasi terutama di bidang internetisasi dan software, sehingga  dapat informasi yang dikehendaki. Dengan pengelolaan ini, akan dapat menjadi  alat bantu menganalisis guna mengambil kesimpulan.

“Maka perlu pelatihan Artificial Intelegent, untuk bekal seluruh stake holder dalam hal pengelolaan informasi, agar penyimpanan informasi yang banyak tidak lagi menjadi sampah, padahal informasi jika optimal diolah, akan menjadi keuntungan tersendiri,” jelasnya.

Tri Kurniawan kemudian menyarankan, jika berselancar di gelombang perubahan, maka mendapat pengetahuan lebih awal merupakan kunci keberhasilannya. Filkom UB sendiri akan memberikan pelatihan dengan menggandeng Abundent, sebuah perusahaan yang bermarkas di Malaysia untuk memberi wawasan bagi orang-orang yang biasa menjadi pengambil kebijakan, yang disebut AI for executif.

Ketua Jurusan Filkom ini juga menambahkan, kedepan pelatihan AI ini akan digelar satu tahun penuh, yang diawali Maret nanti.

“Per bulan kami bisa berikan 2 sampai 3 kali pelatiahan, yang dapat dipilih by request, dan inhouse training juga bisa. Semua ini merupakan kontribusi optimalisasi SDM masyarakat kita, agar daya saing bangsa Indonesia kedepan semakin meningkat.” tutupnya. dah

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.