
SURABAYA | duta.co – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi mengumumkan kebijakan khusus sebagai bentuk empati dan dukungan nyata bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam yang tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Kebijakan ini dipimpin dan dirumuskan oleh Wakil Rektor I – Harjo Seputro, S.T., M.T. dan Wakil Rektor Bidang II – Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT, CLA., CISA., yang menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir memberi solusi ketika mahasiswa menghadapi situasi sulit.
Dalam pernyataannya, Supangat menuturkan bahwa Untag Surabaya memprioritaskan keberlanjutan pendidikan mahasiswa tanpa mengabaikan kondisi yang mereka alami. “Dalam kondisi bencana, prioritas kami adalah memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi. Empati bukan hanya sikap, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata,” ujarnya.
Kebijakan yang dikeluarkan Untag Surabaya mencakup pemberian kemudahan dalam proses pembayaran SPP sesuai ketentuan yang berlaku, serta penyesuaian administratif bagi mahasiswa yang membutuhkan. “Kampus memberikan relaksasi administratif tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tukasnya.
Tidak hanya memperhatikan pada aspek finansial, Untag Surabaya juga menyediakan dukungan psikososial dan logistik untuk memastikan mahasiswa tetap mendapatkan ruang aman. “Selain layanan konseling yang disiagakan, koordinasi dengan LPPM Untag Surabaya juga dilakukan untuk menjangkau kebutuhan mendesak seperti logistik,” sebutnya.
Supangat menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat adaptif dan akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Untag Surabaya merasa didukung. Kampus harus menjadi ruang aman, terutama saat mereka menghadapi tekanan hidup akibat bencana. Kebijakan ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pendidikan mereka,” katanya.
Melalui langkah ini, Untag Surabaya kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga humanis dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
“Kebijakan ini diharapkan mampu membantu mahasiswa tetap fokus pada pendidikan dan menjalani proses perkuliahan dengan rasa tenang meski tengah menghadapi masa sulit,” tukas Wakil Rektor bidang II Untag Surabaya. ril/lis





































